lensa Maluku, – Dinamika birokrasi di Kabupaten Buru Selatan kian menghangat. Delapan nama pejabat disebut-sebut mencuat menjelang penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) oleh Bupati La Hamidi.
Penunjukan Plt Sekda menjadi isu hangat setelah masa perpanjangan jabatan yang sebelumnya diemban Hadi Longa berakhir. sesuai ketentuan, batas waktu perpanjangan telah tercapai. Terlebih, penunjukan ini menjadi jembatan menuju seleksi terbuka Sekda definitif.
Di tengah senyapnya pernyataan resmi, perbincangan justru ramai di ruang-ruang kantor dan warung kopi. Delapan nama beredar luas sesuai informasi.
Mereka adalah Kepala Bappeda Sadly Sahadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Risno Taweri, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Rudi Hartono, akademisi Prof Ali Awan, Asisten III Setda La Ode Adam Malik, Asisten I Setda Hery Waemese, Kepala Dinas Perikanan Jafar Souwakil, serta Kepala Dinas Perhubungan Ridwan Nyio.
Posisi Plt Sekda bukan sekadar jabatan administratif. Sekda adalah simpul koordinasi, penggerak mesin birokrasi, sekaligus penentu ritme jalannya pemerintahan daerah.
Di tangan figur inilah sinkronisasi program, pengendalian anggaran, hingga stabilitas internal aparatur dipertaruhkan. Karena itu, siapa pun yang ditunjuk sebagai Plt akan memikul ekspektasi besar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Buru Selatan mengenai siapa yang akan dipercaya mengisi posisi tersebut maupun kapan proses seleksi terbuka digelar.(LM-03)









Discussion about this post