Lensa Maluku,-Asisten III, Drs Arman Buton membuka kegiatan Forum OPD Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Buru di Namlea Selasa lalu (7/4/2026).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Elvira Kamarullah SPd MPd dalam siaran persnya yang diterima media inibpada Kamis malam (9/4/2026) menjelaskan, kegiatan Forum OPD pada Dinas tersebut dihadiri pula para camat, para kepala desa se Kecamatan Namlea, para kepala sekolah, duta baca dan ketua Forum anak kayu putih. Sedangkan dari Bappeda diwakili Karim Latuconsina S. Sos.
Sementara itu, Asisten III dalam sambutannya saat mewakili Bupati Ikram Umasugi membuka kegiatan itu mengatakan, bahwa Kegiatan Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Buru dalam rangka pambahasan Rencana Kerja (RENJA) Tahun 2027.
Dikatakannya, kalau Forum Organisasi Perangkat Daerah memiliki peran yang sangat strategis sebagai wadah koordinasi, sinkronisasi dan harmonisasi program serta kegiatan pembangunan daerah, khususnya di bidang perpustakaan dan Arsip.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan perencanaan perangkat daerah dengan arah kebijakan pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RKPD tahun 2027 serta Renstra Perangkat Daerah 2025 – 2029.
Sebagaimana diketahui, tema pembangunan yang diusung oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Buru adalah Penguatan Literasi Masyarakat, Transformasi Digital Perpustakaan dan Tertib Arsip untuk Mewujudkan Sumberdaya Manusia yang Berkualitas. “Tema ini sangat relevan dengan prioritas pembangunan daerah yaitu peningkatan kualitas hidup dan penguatan sumberdaya manusia, “tandas Arman.
Dalam konteks tersebut,lanjut Arman, Renja tahun 2027 difokuskan dalam beberapa hal utama yaitu : Peningkatan literasi masyarakat melalui pembudayaan gemar membaca, Transformasi layanan perpustakaan berbasis Digital, Penguatan tata kelola arsip sebagai bentuk akuntabilitas kinerja pemerintahan.
Hal ini juga tercermin dalam tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, yakni meningkatnya literasi Masyarakat serta meningkatnya kualitas pengelolaan Arsip daerah.
Menurut Arman, keberhasilan pelaksaan program dan kegiatan tersebut tentu sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan. “Oleh karena itu, melalui forum ini saya mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh peserta untuk memberikan masukan, saran dan rekomendasi yang konstruktif guna penyempurnaan dokumen Renja Tahun 2027,” pesan Arman.
Dipesankan, agar Indikator kinerja seperti Tingkat Gegemaran Membaca (TKM), Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) serta Tingkat ketersediaan Arsip harus menjadi perhatian bersama agar dapat dicapai secara optimal melalui strategi yang tepat anatar lain : Penguatan Sumberdaya manusia, Peningkatan akses layanan literasi, Digitalisasi perpustakaan dan Penguatan tata kelola Arsip.
Selain itu program-program prioritas seperti pembinaan perpustakaan, pelestarian koleksi, pengelolaan arsip serta perlindungan dan penyelamatan arsip harus dilaksanakan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Arman harapkan, melalui forum ini l kldapat dihasilkan perencanaan yang lebih berkualitas, responsive dan adaptif terhadap kebutuhan Masyarakat.
Dengan demikian Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah Kabupaten Buru dapat berkonstribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan yang baik.(LM-03)










Discussion about this post