Lensa Maluku, – Senyum bahagia terpancar dari wajah warga di pelosok Kecamatan Leksula. Penantian panjang masyarakat Desa Waehaka, Desa Waewali, Desa Sialale, hingga Dusun Bobo untuk menikmati aliran listrik PLN kini akhirnya berbuah manis. Keberhasilan ini tak lepas dari kawalan ketat dan perjuangan gigih Bupati La Hamidi, S.H.
Direktur Badan Pengawasan Hukum Indonesia Anshari Betekeneng, S.H menyamakan Sejak awal kepemimpinannya, Bupati La Hamidi, S.H. memang menaruh perhatian besar pada akses energi di wilayah-wilayah sulit jangkau. Baginya, listrik bukan sekadar penerangan, melainkan jantung penggerak ekonomi dan pendidikan bagi generasi di kecamatan Leksula.
Langkah diplomasi dan koordinasi intensif yang dilakukan beliau ke pihak PLN menunjukkan hasil nyata. Masuknya jaringan listrik didesa Waehaka, Waewali, Sialale, dan Dusun Bobo merupakan bukti bahwa pemerintah hadir hingga ke titik terjauh.
Anshari mengatakan Apresiasi mengalir deras dari tokoh masyarakat setempat. Dengan adanya listrik, kini: Pendidikan: Anak-anak sekolah bisa belajar di malam hari dengan cahaya yang layak. Ekonomi: Pelaku usaha kecil dapat mulai menggunakan mesin pendingin atau peralatan elektronik untuk meningkatkan produksi. Keamanan: Lingkungan desa menjadi lebih terang dan aman pada malam hari.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati La Hamidi. Perjuangan beliau memastikan tiang-tiang listrik ini berdiri tegak di desa kami adalah sejarah baru bagi kami di pelosok kecamatan Leksula,” ujar Anshari
Pemerintah daerah di bawah kepemimpinan La Hamidi, S.H. menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur akan terus menjadi prioritas. Keberhasilan di empat titik ini menjadi pemantik semangat untuk memastikan seluruh dusun di pelosok kabupaten tidak lagi gelap gulita. Apresiasi setinggi-tingginya patut disematkan kepada semua pihak yang terlibat, terutama ketegasan visi Bupati yang memahami bahwa kedaulatan energi adalah hak setiap warga negara, tanpa kecuali. Pungkas Anshari. (LM-03)









Discussion about this post