Lensa Maluku – Pembangunan daerah tidak pernah berdiri di ruang hampa. Ia selalu berkelindan dengan dinamika sosial, politik, serta partisipasi masyarakat, terutama generasi muda.
Di Kabupaten Buru Selatan, arah pembangunan yang dijalankan di bawah kepemimpinan Bupati La Hamidi menunjukkan satu benang merah yang konsisten: fokus pada kerja nyata, stabilitas pemerintahan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Selasa, 27/01/2026
Dalam konteks ini, peran pemuda menjadi elemen strategis yang tak bisa lagi sekadar hadir sebagai pengamat, apalagi terjebak pada narasi yang tidak solutif.
Sejak awal masa kepemimpinannya, Bupati La Hamidi menempatkan pembangunan sebagai prioritas utama. Fokus tersebut tercermin dalam upaya penataan birokrasi, penguatan layanan publik, hingga akselerasi program-program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah dan tantangan geografis yang tidak ringan, konsistensi ini patut diapresiasi sebagai bentuk kepemimpinan yang memilih bekerja dalam senyap, bukan larut dalam kegaduhan politik.
Namun, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada pemerintah. Partisipasi publik, khususnya pemuda, merupakan prasyarat penting bagi keberlanjutan pembangunan. Pemuda adalah agen perubahan, kelompok sosial dengan energi, gagasan, dan keberanian untuk mendorong kemajuan. Sayangnya, dalam praktiknya, tidak sedikit ruang-ruang publik justru dipenuhi oleh narasi reaktif, kritik tanpa solusi, bahkan stigma negatif yang tidak berbasis data dan argumentasi konstruktif.
Di sinilah letak tantangan sekaligus peluang bagi pemuda Buru Selatan. Kritik tentu sah dan dijamin dalam iklim demokrasi. Namun, kritik yang sehat adalah kritik yang disertai tawaran solusi, bukan sekadar retorika yang melemahkan kepercayaan publik.
Pemuda dituntut untuk naik kelas, melampaui pola lama yang gemar membangun opini tanpa landasan, menuju peran strategis sebagai mitra kritis pemerintah dalam merumuskan dan mengawal kebijakan publik.
Kepemimpinan Bupati La Hamidi sesungguhnya membuka ruang dialog dan partisipasi. Pemerintah daerah membutuhkan masukan, gagasan segar, serta pengawasan sosial agar pembangunan berjalan tepat sasaran. Dalam kerangka ini, pemuda seharusnya mengambil posisi terhormat sebagai problem solver, bukan sekadar opinion maker. Menghadirkan kajian, data, dan gagasan inovatif jauh lebih bermakna dibanding mempertahankan narasi negatif yang berpotensi menghambat laju pembangunan.
Lebih jauh, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia. Pemuda memiliki peran kunci dalam sektor pendidikan, kewirausahaan, ekonomi kreatif, hingga penguatan nilai-nilai sosial dan budaya lokal. Sinergi antara pemerintah daerah dan pemuda akan melahirkan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, sesuatu yang sangat dibutuhkan Buru Selatan untuk melompat lebih jauh ke depan.
Stabilitas pemerintahan yang saat ini dijaga juga harus dipahami sebagai modal penting pembangunan. Gangguan yang bersifat politis, spekulatif, dan tidak produktif hanya akan menguras energi kolektif. Oleh karena itu, sudah saatnya seluruh elemen masyarakat, terutama pemuda, mengedepankan etika publik, rasionalitas, dan tanggung jawab sosial dalam menyampaikan aspirasi.
Bupati La Hamidi, dengan segala keterbatasan dan tantangan yang ada, telah menunjukkan komitmen untuk tetap berada di jalur pembangunan. Konsistensi ini membutuhkan dukungan, bukan sekadar sorotan sepihak. Pemuda Buru Selatan dihadapkan pada pilihan sejarah: tetap terjebak dalam pusaran narasi yang melelahkan, atau mengambil peran strategis sebagai bagian dari solusi pembangunan daerah.
Pada akhirnya, masa depan Buru Selatan tidak ditentukan oleh seberapa keras suara yang disampaikan, melainkan oleh seberapa cerdas dan solutif kontribusi yang diberikan. Ketika pemuda mampu melampaui narasi dan hadir dengan solusi, maka pembangunan yang dicanangkan tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi gerakan kolektif seluruh masyarakat.
Di titik itulah Buru Selatan akan benar-benar bergerak maju, penuh harapan dalam gagasan, dan kuat dalam kerja nyata.(LM-10)










Discussion about this post