Lensa Maluku, – Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan melakukan kunjungan ke Desa Mangga Dua, Kecamatan Waesama, Rabu (4/2), untuk memediasi pemalangan SD Negeri 09 Waesama yang dilakukan oleh masyarakat setempat.
Pemalangan sekolah tersebut dilakukan oleh warga yang juga merupakan wali murid sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pergantian kepala sekolah.
Masyarakat menilai kepala sekolah yang akan diganti telah menjalankan tugas dengan baik dan menunjukkan kepedulian terhadap kondisi peserta didik.
Guru dan warga setempat menyampaikan bahwa kepala sekolah selama ini aktif memperhatikan kehadiran siswa. Apabila terdapat siswa yang sering tidak masuk sekolah, kepala sekolah disebut berinisiatif mendatangi rumah siswa untuk menanyakan kabar serta alasan ketidakhadiran kepada orang tua.
Masyarakat khawatir kepedulian tersebut tidak akan didapatkan kembali apabila kepala sekolah diganti, terutama jika penggantinya tidak berasal dan tidak tinggal di sekitar lingkungan sekolah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan, Momin Tomnussa, menjelaskan bahwa kewenangan pergantian kepala sekolah saat ini bukan lagi berada di Dinas Pendidikan, melainkan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Momin menyatakan akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Bupati Buru Selatan untuk ditindaklanjuti. Ia juga menilai bahwa penempatan kepala sekolah perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya setempat agar kejadian serupa tidak terulang.
Menurut Momin, pemalangan sekolah berdampak langsung pada siswa karena menghambat hak anak untuk memperoleh pendidikan.
Pertemuan antara Dinas Pendidikan dan masyarakat berlangsung dengan lancar. Masyarakat menegaskan agar aspirasi mereka diperjuangkan. Kesepakatan bersama dicapai dengan membuka kembali palang sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan.(LM-03)











Discussion about this post