Lensa Maluku – Dukungan dan langkah strategis Pemerintah Provinsi Maluku dalam mendorong percepatan proyek Lapangan Abadi di Blok Masela mendapat apresiasi luas. Aktivis muda Maluku, Mat Tuhepaly, menilai kepemimpinan Hendrik Lewerissa telah membuka ruang nyata bagi terwujudnya impian besar masyarakat Maluku untuk bangkit melalui sektor energi.
Menurut Mat Tuhepaly, proyek Blok Masela bukan sekadar proyek migas biasa, melainkan tonggak sejarah yang akan menentukan arah masa depan ekonomi Maluku. Ia menegaskan bahwa dorongan kuat dari Gubernur Maluku saat ini merupakan sinyal keseriusan daerah dalam memastikan proyek strategis nasional ini tidak lagi tertunda.
“Ini bukan momentum biasa. Ini adalah momentum emas kebangkitan Maluku. Ketika Gubernur mengambil langkah tegas dan strategis, maka kita melihat ada harapan besar bahwa Blok Masela benar-benar akan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Di tingkat nasional, perhatian serius juga ditunjukkan pemerintah pusat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa nilai investasi proyek Lapangan Abadi Blok Masela berpotensi mengalami peningkatan signifikan dari estimasi awal sebesar US$ 20,9 miliar atau sekitar Rp 355 triliun. Angka ini mencerminkan besarnya potensi ekonomi yang akan dihasilkan, sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap keberlanjutan proyek tersebut.
Lebih jauh, komitmen pemerintah pusat juga ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, di Istana Akasaka, Tokyo, Presiden secara khusus meminta dukungan Pemerintah Jepang untuk mempercepat pengoperasian proyek gas abadi di Blok Masela yang selama ini mengalami berbagai kendala dan penundaan.
Langkah diplomasi ini dinilai sebagai terobosan penting, mengingat Jepang merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam sektor energi, khususnya gas alam cair (LNG). Dukungan internasional menjadi faktor krusial dalam memastikan proyek ini berjalan sesuai target dan mampu memberikan kontribusi optimal.
Mat Tuhepaly menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini. Ia menilai keberpihakan kebijakan Gubernur Maluku harus terus diperkuat dengan dukungan regulasi, pengawasan, serta keterlibatan masyarakat lokal.
“Blok Masela harus menjadi milik rakyat Maluku dalam arti yang sesungguhnya. Artinya, masyarakat harus merasakan dampak langsung, mulai dari lapangan kerja, peningkatan ekonomi lokal, hingga pembangunan infrastruktur yang merata,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek harus menjadi prioritas, agar potensi besar yang dimiliki tidak justru menimbulkan ketimpangan atau konflik di kemudian hari.
Dengan potensi besar yang dimiliki, proyek Blok Masela diyakini akan menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain utama gas di tingkat global. Bagi Maluku sendiri, ini adalah peluang historis untuk keluar dari ketertinggalan dan menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
Di tengah optimisme tersebut, Mat Tuhepaly mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk bersatu mendukung langkah-langkah strategis pemerintah, sekaligus mengawal proses pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
“Ini saatnya Maluku bangkit. Blok Masela adalah jalan menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tutup Mat Tuhepaly dengan optimisme. (LM-10)










Discussion about this post