Lensa Maluku,- Anggota DPRD Buru, Erwin Tanaya memberikan 130 paket lebaran kepada anak yatim piatu dan para janda yang kurang mampu di Kota Namlea, Kabupaten Buru.
Pemberian sebanyak 130 paket ra ramadhab itu saat dilakukan Buka Puasa Bersama dan Perayaan Cap Go Meh dengan mengusung thema “Lentera Kasih di Bulan Suci” yang berlangsung di depan Pasar Pujasera, Namlea, pada Selasa (3/3/2026).
Buka Puasa Bersama dan Perayaan Cap Go Meh itu diselenggarakan Ikatan Keluarga Keturunan Tionghoa Buru (IKKTB) yang diketuai Je Ibrahim Tan. Sementara Erwin Tanaya adalah Ketua Pembina IKKTB.
Menurut Je Ibrahim Tan dalam tradisi Cap Go Meh kita diwajibkan berbagi, menghimpun kebersamaan, dan juga dalam ajaran Islam buka puasa melibatkan keluarga dan lain sebagainya adalah sebuah anjuran.
Katanya, kegiatan hari Ini adalah kolaborasi antara agama dan tradisi sangat luar biasa Dan ada paket ramadhan diberikan oleh pembina IKKTB, Erwin Tanaya yang juga anggota DPRD Buru asal Partai Demokrat.
” Ko At (panggilan akrab Erwin Tanaya, red), kamsia ko. Semoga apa yang diberikan kepada para anak yatim piatu dan para janda yang kurang mampu menjadi doa terbaik,”amini Je Ibrahim Tan.
Sebelum memulai pembagian paket Ramadhah, Mantan Rektor Unigbu, DR Ahmad Mukaddar SAg MAg menyampsikan ramadhan di hadapan keluarga besar IKKTB dan para tamu undangan yang hadir.
Rotor jebolan Universitas Islam Negeri (UIN) Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, kalau bisa menjaga hubungan baik dengan Allah SWT dan menjaga hubungan baik dengan orang lain, maka anda menjadi mukmin yang terbaik.
“Nah, hari ini kita mengimplimentasiksnnya.
Kalau kita sholat, itu kita sudah menjaga hubungan kita dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Hari ini kita juga sedang menjaga keakraban antara sesama.
Dua hal ini kalau kita praktekan , maka Allah bilang anda telah menjadi orang baik. Hidup ini yang terbaik menjadi orang baik, “ulas Mukaddar.
“Kita bersyukur pada hari ini perpaduan antara dua nilai spirituslitas. Spiritual Ibadah Puasa dan spiritualitas Cap Go Meh, ” sambung Mukaddar.
Mukaddat lalu menceritakan riwayat sakah satu ilmuan di dataran Cina di tahun 571 sebelum Masehi yang dikenal dengan sebutan Kong Futsius (Kong Hu Cu). Sosok ilmuan ini muncul dengan kata-katanya yang sangat bijak.
Dalam bagian lain ceramahnya, Mukaddar berpesan kepada yang sedang menjalankan ibadah puasa agar selalu menjaga amal baik dengan hati yang tenang.
Mengutip pesan dari salah satu ulama terkenal, Jalaludin Rumi, yang disampwikannya dalam Bahasa Arab kemudian diulas dalam bahasa Indonesia, Mukaddar menjelaskan, kalau nikmat terbesar dalam hidup adalah memiliki hati yang tenang.
“Kalau anda punya hati yang tenang, itu anda seperti sudah memiliki dunia dan seluruh isinya,” sitir Mukaddar.
Bagaimana agar hati enang?, Jagalah hubungan baik dengan tetangga kita. Jagalah hubungan baik dengan orang lain.
Mengakhiri ceramahnya, Mukaddar mengutip salah satu ayat dalam Alquran, wahai orang orang yang beriman, wahai manusia, kalau anda tidak bisa berbuat baik atas dasar iman dan agama ini, maka berbuat baiklah atas dasar kemanusiaan. Itu juga baik di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pesan-pesan bijak yang disampaikan Mukaddar itu ditutup dengan pantun, orang tua tempat meminta nasehat, nasehat terindah dari Negeri Cina, semoga acara hati ini bisa bermanfaat, itulah kebersamaan kami dan keturunan cina.
Sambil menunggu berbuka puasa bersama, dilanjutkan dengan pembagian 130 paket bingkisan ramadhan kepada anak yatim piatu dan para janda yang kurang mampu.
Pembagian bingkisan itu diawali oleh ketua Pembina IKKTB, Erwin Tanaya, sesepuh Ir Mahmud Tan, Dr Ahmad Mukaddar SAg MAg, Kapolsek Namlea, Iptu Charles Langitan SH MH, pengusaha muda, Ko Kwan Hongdiyanto, serta beberapa tokoh keluarga IKKTB lainnya.
Usai berbuka puasa, dilanjutkan dengan sholat magrib di Mesjid An Nur setelah itu dilanjutkan dengan makan malam bersama. (LM-05)









Discussion about this post