Lensa Maluku, – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea ikut menyukseskan kegiatan panen raya ketahanan pangan pemasyarakatan serentak di seluruh Indonesia, Kamis (15/1).
Tersambung melalui via zoom meeting, panen ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan diikuti oleh seluruh UPT Pemasyarakatan, tak terkecuali Lapas Namlea yang panen beraneka sayur mayur di lahan pertanian Lapas.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menyampaikan panen raya ini merupakan wujud nyata Lapas Namlea dalam mendukung program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Tahun 2026 yang terangkai dalam 15 program aksi salah satunya mewujudkan kemandirian pangan melalui program pertanian.
“Alhamdulillah, hari ini kita patut mengucapkan syukur Lapas Namlea dapat ikut melaksanakan panen raya serentak yang secara bersamaan juga dilakukan di seluruh Lapas di Indonesia. Kami turut bangga Lapas Namlea mampu berbicara banyak dan menunjukkan kontribusi positif dalam mewujudkan program Kementerian sekaligus asta cita pemerintah untuk mendukung swasembada pangan nasional dari balik tembok penjara,” kata Marasabessy.
Adapun jenis sayuran yang dipanen kali ini adalah 1000 buah Jagung, 30 Kg Buncis, dan 5 Kg Cabai Rawit yang dilaksanakan di lahan berbeda dan merupakan hasil dari pemanfaatan lahan tidur (idle).
Marasabessy menyampaikan capaian kali ini tidak terlepas dari peran seluruh jajaran internal Lapas Namlea maupun stakeholder eksternal yang turut membantu menyukseskan program pembinaan kemandirian warga binaan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran karena kita terus konsisten dan tidak putus melaksanakan kegiatan pertanian ini setiap harinya dan hasilnya bisa kita raup hari ini, begitu juga dengan pemerintah daerah yang telah mensupport kami dengan penyuluhan dan bantuan sarana prasarana,” ucap Marasabessy.
Panen ini juga dihadiri mitra Lapas Namlea, Badan Penyuluh Pertanian Kabupaten Buru yang dipimpin Koordinator Kabupaten, Suhuri Buton.
Dalam kesempatan itu, Suhuri memberikan dukungan positif atas terlaksananya panen raya ini yang relevan dengan pembinaan warga binaan. Pihaknya akan memberikan dukungan secara kontinu kepada Lapas Namlea.
“Kami apresiasi Lapas Namlea yang telah mampu secara mandiri menggencarkan program ketahanan pangan ini dengan konsisten. Semoga kedepannya sinergitas ini mampu memajukan Lapas Namlea dalam sektor pertanian,” tutur Suhuri.
Hasil panen raya ini selanjutnya akan dipasarkan ke masyarakat luas, sebagiannya dialokasikan untuk kebutuhan bahan makanan (bama) dapur Lapas dan omsetnya akan dibayarkan ke negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta premi atau upah bagi warga binaan.
Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, hasil panen raya serentak ini juga akan disumbangkan ke kepada masyarakat yang terdampak bencana di daerah Sumatera.(LM-05)











Discussion about this post