Lensa Maluku – Upaya memperkuat pembangunan sektor pendidikan di Provinsi Maluku kembali mendapat perhatian serius dari tingkat pusat.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Maluku, Novita Anakotta, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Maluku sebagai bagian dari agenda penyerapan aspirasi dan penguatan koordinasi kelembagaan. Rabu, 25/02/2026
Kedatangan Novita Anakotta disambut hangat oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin, bersama jajaran pejabat struktural. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi, dengan fokus pada pembahasan isu-isu strategis pendidikan di daerah kepulauan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Novita menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Sebagai wakil daerah di tingkat pusat, ia menekankan pentingnya komunikasi yang intens antara pemerintah daerah dan DPD RI agar berbagai kebutuhan dan tantangan pendidikan di Maluku dapat diperjuangkan secara optimal dalam kebijakan nasional.
“Koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi kunci. DPD RI memiliki fungsi pengawasan dan pengawalan aspirasi daerah, sehingga setiap persoalan yang dihadapi di Maluku harus terdata dan tersampaikan dengan baik untuk ditindaklanjuti pada level kebijakan,” ujarnya.
Ia menyoroti sejumlah isu penting, di antaranya pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu tenaga pendidik, penguatan sarana dan prasarana sekolah, serta perhatian khusus terhadap wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Menurutnya, karakter geografis Maluku sebagai daerah kepulauan memerlukan pendekatan kebijakan yang adaptif dan proporsional.
Selain memastikan aspek integritas, Novita juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan wakil rakyat Maluku di tingkat pusat sebagai kekuatan strategis dalam mendorong kemajuan pendidikan. Sinergi tersebut dinilai menjadi modal besar dalam memperjuangkan kebijakan dan dukungan anggaran yang sesuai dengan karakteristik daerah kepulauan.
“Kolaborasi pemerintah provinsi dengan wakil rakyat Maluku di pusat adalah kekuatan besar dalam menggerakkan mutu pendidikan. Ketika komunikasi berjalan baik, maka aspirasi daerah dapat diperjuangkan secara maksimal dalam kebijakan nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Novita memastikan bahwa seluruh bantuan pemerintah melalui sektor pendidikan di Maluku harus tepat sasaran. Ia menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi agar program bantuan, baik dalam bentuk sarana-prasarana, peningkatan kompetensi guru, maupun dukungan operasional sekolah, benar-benar menjangkau pihak yang membutuhkan.
Menurutnya, ketepatan sasaran menjadi kunci agar anggaran pendidikan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Maluku, termasuk daerah terluar dan terpencil.
Dalam kesempatan tersebut, Novita Anakotta juga menyampaikan pesan penting mengenai peran perempuan dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa perempuan Maluku memiliki kapasitas, ketangguhan, dan potensi besar untuk mengukir peradaban melalui kontribusi nyata di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan kebudayaan.
“Perempuan Maluku mampu mengukir peradaban. Dengan integritas, kompetensi, dan kesempatan yang setara, perempuan dapat menjadi motor penggerak perubahan dan kemajuan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran anggota DPD RI menjadi bentuk perhatian konkret terhadap dinamika pendidikan di daerah.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah memperkuat sinergi. Dukungan dari DPD RI sangat penting, terutama dalam mengawal kebijakan dan alokasi anggaran di tingkat pusat agar selaras dengan kebutuhan riil pendidikan di Maluku,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Dinas Pendidikan juga memaparkan sejumlah program prioritas yang sedang dan akan dijalankan, termasuk strategi peningkatan kualitas pembelajaran, distribusi guru yang lebih merata, serta pembenahan tata kelola pendidikan yang transparan dan akuntabel.
Selain itu, penguatan literasi dan numerasi, pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan potensi daerah, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi pembelajaran juga menjadi bagian dari agenda yang didorong untuk terus ditingkatkan.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi berkelanjutan antara DPD RI dan Pemerintah Provinsi Maluku. Dengan komitmen bersama dan sinergi yang semakin solid, pembangunan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas di Maluku diyakini dapat terus bergerak maju demi masa depan generasi Maluku pung Bae. Tutup Kadis (LM-10).









Discussion about this post