Lensa Maluku, – Pembinaan kepribadian bertajuk Jumat Religi kembali terlaksana bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea dengan materi pengajaran mengenai baca tulis Al-Qur’an yang dibimbing langsung penyuluh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buru, Jumat (28/11). Pada kesempatan ini warga binaan makin termotivasi untuk memperdalam Al-Qur’an sebagai salah satu salah satu kewajiban utama seorang Muslim.
Kepala Subseksi Pembinaan, menjelaskan dari ratusan warga binaan yang beragama Islam masih terdapat beberapa warga binaan yang masih dalam tahap pembelajaran dasar-dasar Al-Qur’an sehingga perlu pembinaan lebih lanjut. “Ada beberapa warga binaan yang selama diluar jarang membaca Al-Qur’an sehingga tidak menguasainya dengan baik dan masih belajar di Iqra, sehingga perlu kami ajarkan lebih banyak lagi dengan menggandeng Kemenag Buru,” ujar Mustafa.
Ditambahkannya, semenjak pembinaan kerohanian ini rutin digelar, mayoritas warga binaan menunjukkan perubahan dalam penguasaan ilmu Al-Qur’an bahkan beberapa diantaranya sudah khattam atau menamatkan Al-Qur’an beberapa kali dalam sebulan. “Inilah tujuan kami membina warga binaan agar selama disini mereka lebih dekat agama dimana agar mereka menyadari kesalahan yang dilakukannya dan memperbaiki dirinya berlandaskan nilai-nilai agama,” ucap Mustafa.
Sementara itu, penyuluh agama Kemenag Buru, Sitriawati Buton mengungkapkan metode yang digunakannya agar warga binaan semakin cepat lancar baca Al-Qur’an adalah dengan tadarus massal atau secara bersama-sama. “Kami mengajak mereka semua untuk membacanya bersama-sama. Apabila ada kesalahan, kita juga akan mengoreksinya terutama pengucapan huruf atau makhrajnya,” ungkap Sitriawati.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy menyampaikan pembinaan kerohanian adalah salah satu hak yang patut diberikan kepada warga binaan sesuai dengan regulasi pemasyarakatan UU Nomor 22 Tahun 2022. “Dengan membina kepribadian, maka akan terbentuk karakter dan perilaku yang baik dari masing-masing warga binaan sehingga ketika sudah bergabung di masyarakat, mereka sudah berhijrah menjadi orang religius dan taat beragama,” tutur Kalapas.(LM-05)











Discussion about this post