Lensa Maluku,- Upaya pemekaran Kabupaten Lease memasuki fase krusial. Sejumlah indikator terbaru menunjukkan bahwa dorongan politik, dukungan publik, penyiapanan dokumen teknis kian menguat sehingga menempatkan Kabupaten Lease benar-benar berada di ambang pintu pemekaran.
“Kondisi ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama memastikan perjuangan ini mencapai hasil akhir” Ujar Tokoh Masyarakat Yunus Matatula
Matatula menjelaskan proses pemekaran Kabupaten Lease selama beberapa tahun terakhir terus mendapat perhatian, baik di tingkat daerah maupun pusat. Aspirasi masyarakat yang disuarakan melalui berbagai pertemuan, diskusi publik, hingga konsolidasi tokoh adat dan tokoh masyarakat menunjukkan adanya kebutuhan objektif untuk menghadirkan daerah otonom baru (DOB) yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan Lease.
“Soal Pemekeran sejumlah tokoh lokal menilai bahwa pemekaran Kabupaten Lease bukan hanya isu administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk menjawab ketimpangan pelayanan publik yang selama ini dirasakan warga” ucapnya
Matatula salah satu putra Lease yang saat ini berdomisili di kota Ambon, ia menilai bahwa saat ini Jarak pelayanan pemerintahan, ketersediaan infrastruktur, serta kebutuhan percepatan pembangunan menjadi aspek mendasar yang terus ditekankan sebagai alasan penguatan pemekaran.
“ia berharap semua elemen masyarakat harus tetap solid. Kita berada pada momentum penting, sehingga kebersamaan adalah kunci,” ujarnya di sela pertemuan koordinasi baru-baru ini”
Ia menegaskan bahwa dukungan kuat dari masyarakat akan menjadi dorongan besar bagi pemerintah daerah dan pusat dalam menuntaskan tahapan pemekaran.
Selain dukungan sosial dan politik, penyiapan dokumen naskah akademik, kajian teknis, dan pemetaan batas wilayah juga disebut berjalan progresif. Sejumlah pihak yang terlibat dalam penyusunan dokumen memastikan bahwa kebutuhan dasar sebuah daerah otonom baru telah dikaji secara komprehensif, mulai dari aspek kependudukan, kemampuan fiskal, potensi ekonomi, hingga kesiapan struktur kelembagaan. Ungkapnya
Lanjutnya, momentum ini dipandang sebagai kesempatan emas bagi masyarakat Lease untuk memperkuat posisi perjuangan pemekaran di tingkat nasional. Menurutnya keterlibatan aktif seluruh elemen pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan organisasi masyarakat menjadi fondasi penting untuk menjaga konsistensi gerakan.
Dengan semakin menguatnya dukungan dan kesiapan teknis, harapan besar kini tertuju pada percepatan proses pembahasan pemekaran Lease di level kementerian dan DPR RI. Masyarakat pun menyerukan agar seluruh proses ini dapat terus dikawal secara baik, transparan, dan penuh tanggung jawab demi terwujudnya daerah otonom baru yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan masa depan.
Yunus Matatula akrab di sapa Om Nus, ia menjelaskan dengan di gelarnya Konsorsium tanggal 27 November 2025 merupakan momentum sangat bersejarah sebagai tonggak perjuangan bersama dalam menjawab pemekaran Kabupaten Lease.
Saya berharap kita focus dalam menggapai titik terang “Ini momentum besar, saatnya kekuatan masyarakat Lease bergerak maju bersama,” tutupnya. (LM-10)















Discussion about this post