Lensa Maluku, – Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) yang diraih Kabupaten Buru Selatan patut diapresiasi sebagai salah satu tonggak penting dalam perjalanan pembangunan daerah.
Di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses layanan publik, capaian ini bukan sekadar angka statistik, tetapi harapan nyata bagi masyarakat bahwa negara benar-benar hadir saat mereka membutuhkan pertolongan kesehatan.
UHC pada dasarnya menjamin bahwa masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya yang memberatkan. Bagi warga Buru Selatan, terutama mereka yang tinggal di desa-desa pesisir dan wilayah terpencil, jaminan ini berarti rasa aman baru: sakit tidak lagi identik dengan kecemasan finansial. Ini adalah kemajuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Namun, penghargaan ini juga harus dibaca secara jernih. UHC bukan garis akhir pembangunan kesehatan, melainkan pintu masuk menuju tanggung jawab yang lebih besar. Sebab, jaminan kesehatan tanpa kualitas pelayanan hanya akan menjadi simbol administratif. Di sinilah pentingnya keberlanjutan kebijakan dan pengawasan publik agar capaian UHC benar-benar bermuara pada pelayanan yang manusiawi dan merata.
Dalam konteks inilah, ajakan Bupati Buru Selatan La Hamidi kepada pemuda untuk membangun sinergitas demi kemajuan daerah menjadi relevan dan strategis. Pemuda bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi harus menjadi aktor utama yang ikut menjaga arah dan substansi pembangunan itu sendiri.
Pemuda Buru Selatan tumbuh dari realitas sosial yang keras namun penuh solidaritas. Mereka paham betul bagaimana sulitnya mengakses layanan kesehatan saat cuaca tidak bersahabat, bagaimana jarak dan waktu sering menjadi musuh warga sakit, dan bagaimana pelayanan publik kadang masih belum ideal. Karena itu, keterlibatan pemuda dalam isu kesehatan dan pembangunan daerah bukan hanya penting, tetapi mutlak.
Sinergitas yang dimaksud bukan sekadar kerja bersama dalam slogan, melainkan kolaborasi nyata antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat. Pemuda bisa berperan sebagai penggerak literasi kesehatan, relawan sosial, hingga pengawas independen yang memastikan kebijakan berjalan sebagaimana mestinya. Di tangan pemuda, semangat kritis bisa menjelma menjadi energi perbaikan.
Opini publik juga menuntut bahwa setiap penghargaan harus diikuti oleh transparansi. Masyarakat berhak tahu sejauh mana UHC berdampak pada pelayanan di Puskesmas, RSUD, dan fasilitas kesehatan lainnya. Apakah obat tersedia? Apakah tenaga medis cukup? Apakah pelayanan benar-benar ramah dan cepat? Pertanyaan-pertanyaan ini adalah suara rakyat yang harus dijawab oleh sistem, bukan dihindari.
Buru Selatan adalah daerah dengan potensi besar sekaligus tantangan nyata. Sebagai wilayah kepulauan, pembangunan membutuhkan sinergi lintas sektor dan lintas generasi. Ajakan Bupati kepada pemuda sejatinya adalah upaya merajut optimisme bersama, bahwa masa depan daerah ini tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah, tetapi oleh seluruh elemen masyarakat.
Pemuda juga harus memaknai ajakan ini sebagai panggilan tanggung jawab sejarah. Generasi hari ini bukan hanya pewaris daerah, tetapi penentu arah masa depan Buru Selatan. Jika sinergitas benar-benar terbangun, maka UHC hanyalah satu dari sekian banyak capaian yang bisa diraih bersama.
Pada akhirnya, penghargaan Universal Health Coverage harus menjadi momentum konsolidasi sosial. Momentum untuk memperbaiki yang masih kurang, menguatkan yang sudah ada, dan membuka ruang partisipasi yang lebih luas. Sinergitas bukan sekadar jargon, tetapi jembatan menuju Buru Selatan yang lebih sehat, adil, dan
Opini publik berharap, penghargaan ini tidak berhenti pada seremoni. Ia harus hidup dalam pelayanan yang dirasakan rakyat setiap hari. Dan jika pemuda, pemerintah, dan masyarakat mampu berjalan seirama, maka Buru Selatan tidak hanya akan menjadi daerah penerima penghargaan, tetapi daerah yang benar-benar memberi rasa aman dan harapan bagi warganya.
Ajakan Bupati kepada pemuda untuk membangun sinergitas adalah sinyal bahwa masa depan daerah ini tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kesadaran dan partisipasi generasi mudanya.
Jika sinergi itu benar-benar terbangun, antara pemerintah yang visioner dan pemuda yang progresif, maka UHC hanyalah salah satu dari banyak capaian yang akan diraih Buru Selatan dalam perjalanan panjang menuju daerah yang maju, sehat, dan berkeadilan.(LM-10)












Discussion about this post