Lensa Malu – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gema Mathla’ul Anwar Provinsi Maluku bersama DPD Gema Mathla’ul Anwar Kota Ambon akan menggelar dialog keagamaan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada Jumat besok.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Moderasi Beragama sebagai Fondasi Harmoni Antar Umat Beragama di Maluku” sebagai bentuk komitmen organisasi dalam merawat kerukunan di Bumi Raja-Raja.
Ketua DPW Gema Mathla’ul Anwar Maluku, Adit Sella menyampaikan bahwa dialog ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum intelektual untuk memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya sikap moderat dalam kehidupan beragama. Menurutnya, Maluku yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman agama, suku, dan budaya memiliki modal sosial besar untuk terus menjaga stabilitas dan kedamaian.
“Moderasi beragama bukan sekadar wacana, melainkan sikap hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui dialog ini, kami ingin mendorong semangat saling menghormati, saling memahami, dan mengedepankan persaudaraan,” ujarnya.
Kegiatan dialog tersebut akan bertempat di Baileo Caffe, Desa Poka, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, 27/02 dengan menghadirkan semua Narasumber, salah satunya Gubernur Maluku sebagai Pembicara, Anggota DPRD, akademisi, Ketua DPRD Maluku serta perwakilan pemuda lintas iman. Dialog akan difokuskan pada penguatan nilai-nilai toleransi, pencegahan paham ekstrem, serta peran generasi muda dalam menjaga harmoni sosial di Maluku. Kamis, 26/02/2026.
Sebagai organisasi kepemudaan yang bernaung di bawah Mathla’ul Anwar, Gema Mathla’ul Anwar memiliki komitmen terhadap penguatan pendidikan, dakwah yang sejuk, serta pengembangan sumber daya manusia yang berwawasan kebangsaan. Momentum Ramadan dinilai tepat untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat nilai spiritualitas yang inklusif.
Selain dialog, kegiatan buka puasa bersama menjadi simbol kebersamaan lintas elemen masyarakat. Panitia menegaskan bahwa acara ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan membangun komunikasi yang sehat antar umat beragama.
Maluku sebagai daerah yang pernah mengalami dinamika sosial keagamaan di masa lalu, kini terus berbenah dan memperkuat narasi perdamaian. Berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan keagamaan, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga stabilitas dan mencegah polarisasi.
DPW Gema Mathla’ul Anwar berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi konstruktif yang mendorong sinergi antara masyarakat sipil dan pemerintah dalam memperkuat moderasi beragama. Dengan demikian, harmoni antar umat beragama di Maluku tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi fondasi kokoh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dialog dan buka puasa bersama ini terbuka untuk berbagai kalangan dan diharapkan menjadi momentum refleksi bersama bahwa kerukunan adalah warisan berharga yang harus dijaga secara kolektif demi masa depan Maluku yang damai, maju, dan bermartabat. (LM-10)









Discussion about this post