Lensa Muluku – Seruan tegas untuk melawan penyebaran informasi palsu atau hoaks kembali digaungkan. Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Buru Selatan (Bursel) mengajak seluruh elemen pemuda untuk berpikir kritis, cerdas dalam menerima informasi, serta aktif mengambil peran sebagai bagian dari solusi dalam mendorong kemajuan daerah.
Ajakan ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya penyebaran hoaks yang dinilai tidak hanya merusak tatanan sosial, tetapi juga berpotensi menghambat proses pembangunan di Kabupaten Buru Selatan. Di tengah derasnya arus informasi digital, pemuda diharapkan tidak menjadi bagian dari masalah, melainkan tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga kebenaran informasi.
Ketua Umum SEMMI Cabang Bursel Randi Latuconsina menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memastikan setiap informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Hoaks adalah ancaman serius bagi persatuan dan kemajuan daerah. Pemuda harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu menyaring informasi, bukan justru menjadi penyebarnya,” tegasnya
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang pesat harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik. Tanpa kemampuan tersebut, masyarakat, khususnya generasi muda, akan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Oleh karena itu, Ketua Umum SEMMI Cabang Bursel, mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, Senin, 30/03/2026.
Lebih lanjut, Randi menilai bahwa peran pemuda tidak hanya sebatas melawan hoaks, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi konkret dalam berbagai aspek pembangunan daerah. Mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, sosial, hingga budaya, pemuda diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pemuda Bursel harus berani tampil, bukan hanya mengkritik, tetapi juga menawarkan gagasan dan solusi yang konstruktif. Kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif generasi mudanya,” lanjutnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, ia juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan elemen pemuda. Bupati Buru Selatan La Hamidi dinilai membutuhkan masukan, kritik, dan pandangan yang objektif, terutama dari kalangan aktivis dan organisasi pergerakan, guna memastikan arah kebijakan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Bupati juga membutuhkan dukungan, masukan, dan kontrol sosial dari teman-teman pergerakan. Mari kita kawal pemerintahan ini dengan baik, secara kritis namun tetap konstruktif,” tegas pernyataan tersebut.
Ketua Umum SEMMI Cabang Bursel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah dengan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Sinergi antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Dalam momentum ini, SEMMI Cabang Bursel menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat, khususnya pemuda, melalui berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan literasi digital dan kesadaran kritis. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dalam bersikap dan bertindak.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, SEMMI Cabang Bursel optimistis bahwa pemuda dapat menjadi pilar utama dalam mewujudkan Buru Selatan yang maju, berdaya saing, dan bebas dari pengaruh negatif hoaks, (LM-10)








Discussion about this post