Lensa Maluku – Momentum Ramadhan dimaknai secara lebih mendalam oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku.
Tidak sekadar berbagi takjil kepada pengguna jalan dan masyarakat sekitar, jajaran pengurus dan kader PKB Maluku menggelar “Munajat Cinta” di depan sekretariat partai sebagai wujud ikhtiar spiritual dan sosial untuk merawat kedamaian di Bumi Raja-Raja.
Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa itu dipusatkan di depan Kantor DPW PKB Maluku, Tantui Atas, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Sejak sore hari, kader dan simpatisan tampak membagikan paket takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, serta pejalan kaki yang melintas. Suasana berlangsung tertib, penuh kehangatan, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Rabu, 25/02/2026
Ketua DPW PKB Maluku, Basri Damis, dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan semata agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari komitmen partai untuk menghadirkan politik yang santun, religius, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.
“Ramadhan adalah bulan penyucian jiwa. Berbagi takjil adalah bentuk kepedulian sosial, tetapi munajat cinta adalah wujud kesadaran bahwa kedamaian dan persaudaraan harus terus dirawat. PKB ingin hadir bukan hanya sebagai kekuatan politik, tetapi juga sebagai penggerak nilai,” ujarnya.
Menurutnya, Maluku memiliki sejarah panjang tentang pentingnya menjaga harmoni dan kebersamaan. Karena itu, momentum Ramadhan dijadikan ruang refleksi untuk memperkuat komitmen kebangsaan serta merawat persaudaraan lintas golongan.
Munajat yang dipanjatkan bersama kader dan masyarakat berisi doa untuk keselamatan daerah, persatuan masyarakat, serta harapan agar Maluku terus tumbuh sebagai wilayah yang damai dan sejahtera. Doa-doa tersebut dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, menjadi simbol bahwa politik dan spiritualitas tidak harus dipertentangkan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam bingkai pengabdian.
Sejumlah warga yang menerima takjil mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka menilai aksi berbagi di ruang publik seperti ini memberi pesan bahwa partai politik dapat hadir dengan wajah yang humanis dan dekat dengan rakyat.
Selain membagikan takjil, pengurus PKB Maluku juga menyampaikan pesan moral agar bulan suci dijadikan momentum memperkuat kepedulian sosial, menghindari narasi yang memecah belah, serta menjaga ketertiban dan keamanan bersama.
Ketua PKB Maluku menegaskan bahwa Munajat Cinta bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menebarkan pesan damai. Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, partai berharap dapat ikut membangun optimisme publik bahwa kebersamaan adalah fondasi utama dalam membangun daerah.
Ramadhan, bagi PKB Maluku, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas, memperhalus tutur kata, serta meneguhkan komitmen menjaga kedamaian. Dari depan sekretariat yang sederhana itu, pesan persaudaraan digaungkan: bahwa cinta pada sesama dan cinta pada daerah harus diwujudkan dalam tindakan nyata, sekecil apa pun langkahnya. (LM-10)









Discussion about this post