Lensa Maluku, – Warga Binaan Kristiani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai jalani ibadah perdana tahun 2026 secara virtual, Senin (5/1). Kegiatan ini merupakan program pembinaan kerohanian rutin yang dicanangkan untuk memperkuat iman dan memfasilitasi perubahan perilaku positif Warga Binaan.
Ibadah virtual yang khidmat ini memungkinkan para Warga Binaan merasakan atmosfer perayaan tahun baru meskipun berada di dalam tembok Lapas. Para Warga Binaan antusias mengikuti setiap rangkaian ibadah, melantunkan puji-pujian, dan mendengarkan khutbah yang disampaikan secara virtual.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menekankan pentingnya pembinaan kerohanian sebagai fondasi utama reintegrasi sosial. “Program ini adalah langkah konkret Lapas Wahai dalam mendorong Warga Binaan untuk meningkatkan iman dan takwa. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan seperti ini, baik secara virtual maupun kerja sama dengan lembaga keagamaan setempat, agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih baik,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, melalui tema ‘Membangun Hidup Diatas Dasar Iman Yang Teguh’, Ps. Ramon Pramudya dalam khutbahnya menekankan relevansi tema bagi Warga Binaan karena berfokus pada transformasi perilaku dan pencarian tujuan hidup melalui spiritualitas. “Ibadah dengan tema ini bertujuan menanamkan harapan, kekuatan, dan arahan moral bagi Warga Binaan yang sedang menjalani masa pembinaan. Introspeksi dan perbaikan diri untuk menemukan ketenangan sejati sangat penting agar Warga Binaan membangun karakter positif untuk memperoleh pengharapan dalam iman,” ungkap Ramon.
Salah seorang Warga Binaan inisial AK mengungkapkan rasa syukur dan sukacitanya mengikuti ibadah ini. “Ibadah online ini menjadi penyemangat bagi kami dalam menjalani masa pembinaan di awal tahun 2026 dan menumbuhkan kesadaran spiritual kami,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia mengapresiasi konsistensi Lapas Wahai dalam menyelenggarakan pembinaan keagamaan.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemasyarakatan Maluku dalam memastikan hak-hak Warga Binaan terpenuhi, termasuk hak untuk beribadah. Iman yang kuat adalah fondasi penting bagi perubahan diri Warga Binaan menuju arah yang lebih positif,” tutur Ricky.
Ibadah virtual ini diharapkan menumbuhkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari Warga Binaan sebagai pilar penting dalam program pembinaan keagamaan di Lapas Wahai guna membantu mereka mempersiapkan diri dan sebagai pedoman menuju reintegrasi sosial yang sukses.(LM-05)















Discussion about this post