Lensa Maluku, – Mitra pertanian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea, Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) kembali menggelar workshop budidaya pertanian bagi kelompok tani (poktan) warga binaan, Jumat (29/8).
Workshop yang sudah keempat kalinya ini berfokus pada penyuluhan kepada poktan mengenai pengendalian hama dan pemupukan pada tanaman yang sudah memasuki fase vegetatif lanjut atau pertumbuhan lanjutan.
“Berhubung beberapa jenis tanaman pangan sudah tumbuh pesat, kami kembali menggandeng YBTS untuk melakukan peninjauan lahan dan penyuluhan kepada poktan terkait perawatannya pada fase ini, contohnya tanaman tomat yang sudah berumur 1 bulan dengan ukuran 45 cm,” ujar Kepala Lapas Namlea, M. M. Marasabessy.
Ia menjelaskan selain Tomat, kedatangan petugas YBTS juga bertujuan untuk melihat perkembangan tanaman cabai yang dijadikan Demonstration Plot (Demplot) benih bermerek Panah Merah.
“Kita sudah diberikan bantuan benih cabai dari YBTS dan sedang dalam tahap penyemaian yang nantinya akan ditanam di lahan percontohan. Tetapi beberapa minggu terakhir, masih belum menunjukkan perkembangan, sehingga kami undang lagi petugas YBTS agar ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat,” tambahnya.
Sementara itu, Tehnical Field Officer YBTS, Faris Aminudin menyampaikan kunjungannya yang kesekian kalinya ini diharapkan bisa memberikan edukasi tambahan bagi poktan Lapas Namlea.
“Untuk kegiatan pertama kita sudah kasih penyuluhan tentang awal olah lahan, yang kedua pemupukan, dan ketiga sampai ke perawatan. Nah untuk yang keempat, kita lakukan monitoring sambil lihat perkembangan cabai dan umur tanaman tomat yang kini sudah berbunga bahkan sudah berbuah kecil-kecil,” ucap Faris.
Dalam kesempatan tersebut, YBTS juga menyalurkan bantuan pupuk dan obat-obatan untuk menunjang pertumbuhan tanaman warga binaan.
“Bantuan yang kami bawa antara lain pupuk NPK 16-16-16 untuk mengoptimalkan pertumbuhan daun, Centatin untuk mengatasi hama kutu, serta Aksel sebagai penambah nutrisi tanaman. Harapan kami, warga binaan bisa mengaplikasikannya dengan baik agar tanaman tumbuh lebih subur dan sehat,” imbuhnya.
Kedepan, YBTS memastikan akan terus melakukan observasi lapangan terhadap progres budidaya pertanian di Lapas Namlea hingga masa panen. Kehadiran YBTS sekaligus mempertegas komitmen dan sinergi Lapas Namlea bersama mitra eksternal dalam mendukung program ketahanan pangan sebagai bagian dari program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.(LM-04)
Discussion about this post