Lensa Maluku – Panglima Kodam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., menegaskan bahwa dua persoalan strategis berskala nasional yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian pemerintah, yakni penataan kawasan pertambangan Gunung Botak di Kabupaten Buru dan percepatan pembangunan proyek strategis nasional Blok Masela, kini mulai memasuki babak penyelesaian.
Pernyataan tersebut disampaikan Pangdam saat menggelar silaturahmi bersama insan media di Red Brick Café, Karang Panjang, Kota Ambon. Rabu, 01/07/2026.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu menjadi forum dialog terbuka mengenai perkembangan keamanan, pembangunan, serta berbagai agenda strategis di Provinsi Maluku.
Mengawali sambutannya, Pangdam menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni sebagai ajang mempererat hubungan dengan media sejak dirinya dipercaya menjabat Pangdam XV/Pattimura pada April 2026. Ia bahkan berencana menjadikan pertemuan serupa sebagai agenda rutin setiap dua bulan.
“Saya tidak punya kepentingan lain selain menjalin silaturahmi. Saya baru hampir tiga bulan bertugas di Maluku dan ingin memiliki banyak saudara, termasuk rekan-rekan media,” ujar Pangdam.
Menurutnya, media memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dan TNI dalam menyampaikan informasi yang objektif kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas daerah melalui pemberitaan yang berimbang.
Gunung Botak Berubah Total
Dalam kesempatan itu, Pangdam menyampaikan perkembangan menggembirakan mengenai penataan kawasan Gunung Botak yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pusat aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI).
“Dua isu nasional yang selama ini belum terpecahkan, insya Allah sekarang sudah mulai terpecahkan,” kata Pangdam.
Ia menjelaskan, kondisi Gunung Botak kini jauh lebih tertib dibanding sebelumnya.
Aktivitas pertambangan berhasil ditekan melalui pengawasan terpadu antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah sekarang kondusif, sekarang terjaga dengan rapi. Yang beroperasi sekarang adalah pihak-pihak yang memiliki izin IUP dan IUPK sesuai ketentuan. Dari sebelumnya ada sepuluh, kini tinggal enam yang menjalankan tata kelola dan pengelolaan infrastruktur dengan baik. Semua telah melalui proses perizinan dari Gubernur dan Bupati,” jelasnya.
Pangdam menegaskan, Kodam XV/Pattimura tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga mendampingi seluruh proses penataan agar berjalan sesuai ketentuan hukum.
“Kami mendampingi dan mengawal sehingga insya Allah tidak akan ada lagi PETI. Mudah-mudahan aktivitas pertambangan tanpa izin tidak muncul lagi,” tegasnya.
Ia mengaku sempat diragukan ketika operasi penertiban pertama kali dilakukan.
Banyak pihak memprediksi aktivitas ilegal akan kembali muncul setelah aparat meninggalkan lokasi.
“Dulu banyak yang mengatakan kepada saya, ‘Pak Pangdam, nanti setelah dibersihkan, begitu pulang pasti kumat lagi.’ Alhamdulillah sekarang saya bisa buktikan bahwa penyakit PETI itu tidak kumat lagi,” ungkapnya.
Menurut Pangdam, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh unsur yang hingga kini tetap menjaga kawasan Gunung Botak secara terpadu.
“Masih dijaga oleh prajurit kita bersama aparat lainnya. Semua terkoordinasi dalam satu komando pengendalian di bawah Danrem dan Dandim dengan koordinasi seluruh instansi terkait,” katanya.
Blok Masela Memasuki Tahap Pembangunan
Selain Gunung Botak, Pangdam juga menyampaikan perkembangan signifikan proyek strategis nasional Blok Masela yang selama hampir 27 tahun menghadapi berbagai kendala.
“Selama kurang lebih 27 tahun persoalan ini belum terselesaikan, tetapi Alhamdulillah sekarang sudah terpecahkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses pengadaan lahan kini telah selesai. Sebanyak 662 bidang tanah telah berhasil diselesaikan tanpa lagi menyisakan persoalan terkait kepemilikan maupun tuntutan pergantian nilai lahan.
“Alhamdulillah semuanya sudah clear. Dari 662 bidang lahan semuanya sudah menerima. Tidak ada lagi permintaan pergantian lahan. Yang sedang diproses sekarang adalah pembayaran ganti rugi tanaman tumbuh sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Pendataan dilakukan oleh tim terpadu yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Maluku bersama instansi terkait dan dikawal aparat keamanan sehingga seluruh tahapan berjalan objektif dan transparan.
“Tim terpadu sudah memutuskan, sudah menghitung, sudah mendata secara objektif. Semua proses dikawal sehingga berjalan dengan baik. Sekarang tinggal persiapan pembayaran tanam tumbuh,” katanya.
Pangdam juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan pelaksanaan ground breaking Blok Masela yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Juli.
“Insya Allah tanggal 16 Presiden kemungkinan besar akan hadir untuk pelaksanaan ground breaking. Minggu depan kami akan memaksimalkan seluruh persiapan di lokasi agar kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Menurutnya, dimulainya pembangunan Blok Masela akan menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan ekonomi Maluku melalui peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Pariwisata MBD Ikut Menjadi Perhatian
Di luar isu pertambangan dan energi, Pangdam juga menyoroti besarnya potensi pariwisata dan budaya di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Salah satu yang menjadi perhatian adalah tradisi pacuan kuda yang dinilai memiliki nilai budaya tinggi sekaligus berpotensi menjadi daya tarik wisata nasional.
Sebagai bentuk dukungan, Pangdam berencana menyiapkan piala bergilir serta hadiah untuk mendorong penyelenggaraan pacuan kuda agar berkembang menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan mampu menarik peserta maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Maluku.
Media Mitra Strategis Pembangunan
Menutup pertemuan, Pangdam berharap hubungan baik antara TNI dan insan pers terus diperkuat sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat mampu membangun optimisme, menjaga stabilitas keamanan, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Sinergi yang baik akan menjadi kekuatan dalam menjaga keamanan sekaligus mendorong pembangunan. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, TNI, Polri, media, dan seluruh elemen masyarakat, saya optimistis Maluku akan terus bergerak maju dan semakin sejahtera,” pungkas Pangdam, (LM-10)











Discussion about this post