Lensa Maluku – Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Bodewin Wattimena terus menunjukkan capaian progresif dalam pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan. Berbagai indikator kinerja terbaru mengonfirmasi bahwa arah kebijakan yang dijalankan mulai membuahkan hasil nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Di sektor pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran tercermin dari capaian Rapor Pendidikan Kota Ambon yang mencapai rata-rata nilai 75,1 dan masuk dalam kategori Tuntas Pratama. Hasil ini menjadi indikator penting bahwa mutu pendidikan di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengalami peningkatan signifikan.
Capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah kota, mulai dari penguatan kapasitas tenaga pendidik, pembenahan manajemen sekolah, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih memadai. Pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara merata.
Selain itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi peserta didik juga menunjukkan hasil positif. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebanyak 46.909 siswa di Kota Ambon telah menerima manfaat dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai berperan strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar di sekolah.
Di sisi lain, partisipasi pendidikan anak usia dini juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bodewin Wattimena mengungkapkan bahwa angka partisipasi pendidikan anak usia 5–6 tahun di Kota Ambon kini telah mencapai 59,11 persen.
“Angka partisipasi pendidikan anak usia 5–6 tahun mencapai 59,11 persen,” ujarnya.
Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sejak usia dini, sekaligus menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam memperluas akses layanan PAUD di berbagai wilayah.
Sementara itu, di sektor kesehatan, capaian yang diraih juga sangat menggembirakan. Program Universal Health Coverage (UHC) di Kota Ambon telah mencapai 98,65 persen atau mencakup sebanyak 356.062 jiwa. Angka ini menegaskan bahwa hampir seluruh masyarakat telah memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak dan terjangkau.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti konkret komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam memastikan pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata. Penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas tenaga medis, serta optimalisasi sistem pelayanan menjadi faktor utama yang mendorong capaian ini.
Lebih lanjut, upaya penanganan stunting di Kota Ambon juga menunjukkan tren yang sangat positif. Jumlah kasus stunting tercatat sebanyak 272 kasus, menjadi angka terendah sejak tahun 2021. Penurunan ini menjadi indikator kuat keberhasilan intervensi gizi dan kesehatan yang dilakukan secara konsisten dan terintegrasi.
Program edukasi gizi, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta keterlibatan aktif berbagai pihak di tingkat masyarakat menjadi elemen penting dalam menekan angka stunting secara signifikan.
Bodewin Wattimena menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Capaian ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan pendidikan dan kesehatan yang merata dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan berbagai capaian strategis yang telah diraih, Pemerintah Kota Ambon kini berada pada jalur yang tepat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Konsistensi kebijakan, penguatan program, serta pengawasan berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga momentum kemajuan ini agar terus berlanjut di masa mendatang. (LM-10)









Discussion about this post