Lensa Maluku, – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy menyaksikan langsung proses pengaplikasian pupuk organik pada tanaman sawi yang dilakukan warga binaan di lahan pertanian Lapas, Selasa (6/1). Pemberian pupuk ini bertujuan memberikan unsur hara tambahan bagi lahan pertanian untuk mendorong dan merangsang tanaman tumbuh lebih besar.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy menyampaikan pemberian pupuk organik pada tanaman merupakan metode ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk alami dari kotoran hewan disamping penggunaan pupuk kimia.
“Dalam tahap awal penanaman, kita biasa memakai kotoran hewan dalam hal ini sapi sebagai bahan penunjang dalam kegiatan bercocok – tanam ini. Alasannya adalah lahan milik kita mayoritasnya berpasir sehingga membutuhkan unsur hara tambahan,” ungkap Marasabessy.
Meskipun demikian, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menjelaskan pupuk dan obat-obatan alternatif tetap digunakan agar tanaman tumbuh sehat tanpa ada penyakit dan jamur. “Kita kombinasikan pupuk organik dengan obat-obatan agar tanamannya cepat tumbuh. Ini adalah cara kita mengindari kegagalan panen,” ungkap Mustafa.
Ia menambahkan lahan seluas 984 m2 tersebut akan ditanami sayuran holtikultura berupa sawi dan kangkung.
“Sebelum-sebelumnya kita hanya tanam sawi dan sekarang lebih bervariasi dengan tambahan sayuran kangkung. Harapannya, dalam satu bulan kedepan kita sudah bisa melihat hasil dari pertanian warga binaan ini,” pungkasnya.(LM-04)















Discussion about this post