Lensa Maluku – Dalam dinamika politik lokal yang kerap diwarnai oleh rutinitas seremonial dan jarak antara elite dan rakyat, kehadiran figur pemimpin partai yang konsisten bekerja dalam senyap namun berdampak nyata menjadi kebutuhan penting. Di Kota Ambon, nama Malik Raudhi Tuasamu, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS), muncul sebagai representasi dari jalan panjang pengabdian yang dijalani dengan ketekunan, kesabaran, dan kepekaan sosial yang tinggi.
Tuasamu yang kini aktif di dunia Advokat, sosok yang terbiasa sederhana dalam penampilan, humanis dan responsif dalam menyapa, tak pernah mengenal lelah dalam mengibarkan panji partai Keadilan Sejahtera, di Ambon yang berjulukan Ambon Manise ini. Malik Raudhi Tuasamu bukan tipikal pemimpin yang hadir hanya pada momentum politik elektoral.
Ia membangun kerja-kerja organisasi melalui pendekatan berkelanjutan, menyentuh akar rumput, dan merawat komunikasi dengan struktur hingga kader di tingkat terbawah. Dalam konteks kepartaian, gaya kepemimpinan semacam ini mencerminkan pemahaman bahwa partai politik sejatinya adalah instrumen pelayanan publik, bukan sekadar kendaraan kekuasaan.
Responsivitas menjadi salah satu ciri yang menonjol dari kepemimpinannya. Dalam berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat Kota Ambon, baik terkait ekonomi warga, kebutuhan sosial keumatan, hingga persoalan kebencanaan dan solidaritas kemanusiaan, Malik dan jajaran DPD PKS kerap tampil cepat, terukur, dan tanpa banyak gimik. Semisal dalam aksi pembagian sembako kepada ibu janda dan lansia, distribusi sembako ini pada empat titik kecamatan di kota Ambon.
Lihat saja Silaturahmi bersama desa dan Aksi Pembagian sembako kepada ibu janda dan lansia kembali lanjut di desa Waeheru, Kecataman Teluk Ambon-Baguala, Kota Ambon yang dipimpin langsung Ketua DPD PKS Kota Ambon, Malik Raudhi Tuasamu.
Kehadiran Ketua PKS Ambon di desa Waeheru bersama jajaran Partai di sambut baik oleh Kepala Desa Waeheru Usman Ely, bersama apartur desa dan tokoh pemuda.
“PKS dalam selalu hadir bersama rakyat, Pendekatan ini menegaskan bahwa politik empati bukan slogan, melainkan praktik nyata”.
Tak kalah penting, Malik Raudhi Tuasamu dikenal sebagai figur yang tak pernah mengenal lelah dalam membangun konsolidasi internal partai. Ia memandang kekuatan PKS bukan semata pada elektabilitas, tetapi pada soliditas kader, kedewasaan berorganisasi, serta kemampuan merawat nilai-nilai etik dan moral politik. Di tengah tantangan politik lokal yang kompleks, konsistensi ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan partai.
Jalan panjang pengabdian yang ditempuh Malik tentu bukan tanpa tantangan. Politik lokal sering kali menuntut kompromi pragmatis yang berpotensi menggerus idealisme.
Namun, hingga kini, ia tetap menjaga garis perjuangan yang berorientasi pada pelayanan dan penguatan kapasitas masyarakat. Sikap ini memberi pesan kuat bahwa integritas masih memiliki tempat dalam praktik politik daerah.
Pada akhirnya, sosok Malik Raudhi Tuasamu menghadirkan refleksi penting bagi kepemimpinan politik di Kota Ambon, bahwa kerja politik yang bermakna bukan diukur dari seberapa sering tampil di panggung, melainkan dari seberapa konsisten hadir bersama rakyat.
Di tengah kebutuhan akan pemimpin yang responsif dan berdaya tahan tinggi, jalan panjang pengabdian yang ia tempuh menjadi contoh bahwa politik yang bekerja dalam diam justru sering kali meninggalkan jejak paling nyata. Tuasamu menghadirkan pelajaran bahwa politik yang dijalani dengan ketekunan dan ketulusan akan selalu menemukan relevansinya di tengah masyarakat. (LM-10).









Discussion about this post