Lensa Maluku, – Kepolisian Daerah Maluku memastikan komitmennya dalam memperkuat pelayanan keamanan di Kabupaten Buru Selatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengusulkan pembangunan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Buru Selatan ke Markas Besar Polri.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan setelah pihaknya melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan lahan yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan Mapolres.
“Untuk pembangunan Mapolres, kami sudah melakukan peninjauan dan melihat langsung kondisi lahan. Secara umum sudah memenuhi persyaratan, sehingga usulan pembangunan Mapolres Buru Selatan telah kami sampaikan ke Mabes Polri,” ujar Dadang Hartanto saat berkunjung ke Buru Selatan, Rabu (21/1/2026).
Kapolda berharap usulan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh Mabes Polri. Menurut dia, kesiapan lahan merupakan salah satu syarat utama, sementara keputusan terkait alokasi dan sumber anggaran sepenuhnya berada di tingkat pusat.
“Kami berharap usulan ini bisa segera direspons. Dengan persyaratan yang sudah siap, mudah-mudahan ke depan dapat segera dipenuhi,” katanya.
Dalam kunjungan kerja itu, Kapolda Maluku juga meninjau langsung kondisi Polres Buru Selatan, mulai dari sumber daya manusia (SDM), logistik, hingga sarana dan prasarana pendukung. Selain itu, ia mendengarkan aspirasi masyarakat serta para pemangku kepentingan setempat.
“Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi anggota dan kinerja mereka. Semua masukan, baik dari personel maupun stakeholder, akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan, Kapolda menilai kehadiran Polres Buru Selatan telah memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Indikatornya terlihat jelas. Sebelum ada Polres, gangguan kamtibmas cukup tinggi. Setelah Polres terbentuk, gangguan tersebut mampu dikendalikan,” ungkap Dadang.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan, seperti belum tersedianya Mapolres permanen, keterbatasan jumlah personel, serta sarana dan prasarana pendukung. Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang untuk terus melakukan pembenahan.
“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya melakukan perbaikan, baik dari sisi organisasi maupun pelayanan,” tegasnya.
Terkait usulan pembentukan Polsek di Kecamatan Fena Fafan, kecamatan termuda di Buru Selatan, Kapolda menyebut keterbatasan personel masih menjadi tantangan utama. Meski begitu, Polri akan menyiapkan strategi yang tepat untuk mengoptimalkan pelayanan keamanan.
“Kuncinya adalah peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta penerapan strategi yang tepat dengan sumber daya yang ada,” katanya.
Sementara itu, Bupati Buru Selatan La Hamidi mengapresiasi kunjungan kerja Kapolda Maluku beserta jajaran. Menurut dia, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, kami mengapresiasi kehadiran Kapolda Maluku. Sinergi ini sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelancaran roda pemerintahan dan pelayanan publik,” ujar La Hamidi.
Dalam rangkaian kunjungannya, Kapolda Maluku bersama pejabat utama Polda Maluku juga meninjau lahan pembangunan Mapolres dan Pos Brimob, melaksanakan bakti kesehatan di Desa Wali, serta menyerahkan bantuan sosial di Dusun Wamsaha, Desa Leku, Kecamatan Namrole.(LM-03)













Discussion about this post