Lensa Maluku, – Penerapan retribusi biaya masuk Jembatan Merah Putih (JMP) di Kota Ambon dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Maluku secara berkelanjutan.
Tokoh Pemuda Maluku, Mat Tuhepaly, mengatakan JMP merupakan aset daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena berfungsi sebagai penghubung utama antara Desa Galala dan Desa Poka, sekaligus menjadi jalur vital menuju Bandara Pattimura.
“Jembatan Merah Putih bukan hanya ikon pembangunan, tetapi juga infrastruktur strategis yang menopang mobilitas orang dan barang. Sudah selayaknya dikelola secara produktif melalui skema retribusi yang wajar dan terukur,” kata Mat dalam keterangannya di Ambon, Rabu.
Menurut dia, keberadaan JMP selama ini telah memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran transportasi serta pertumbuhan ekonomi di Kota Ambon dan sekitarnya. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan jembatan melalui retribusi dinilai penting untuk mendukung pembangunan daerah.
Mat menjelaskan, pendapatan dari retribusi tersebut dapat dialokasikan untuk sejumlah kebutuhan prioritas, antara lain biaya pemeliharaan dan perawatan jembatan agar tetap aman dan layak digunakan, serta peningkatan infrastruktur pendukung di wilayah Kota Ambon.
Selain itu, kebijakan retribusi juga diharapkan dapat mendorong kemandirian fiskal daerah, sehingga Provinsi Maluku tidak terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat, serta membuka peluang pengelolaan ekonomi daerah yang lebih profesional dan transparan.
Ia menegaskan bahwa kebijakan retribusi JMP bukan bertujuan untuk memberatkan masyarakat, melainkan sebagai upaya memaksimalkan potensi aset daerah demi kesejahteraan masyarakat Maluku secara luas.
Sebagai informasi,Jembatan Merah Putih (JMP) merupakan jembatan kabel pancang sepanjang 1.140 meter dan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia Timur.
Jembatan yang diresmikan pada 2016 ini menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka) dan Desa Hative Kecil (Galala), mempercepat akses menuju Bandara Pattimura, serta menjadi salah satu ikon Kota Ambon dan destinasi wisata populer.(LM-05)








Discussion about this post