Lensa Maluku,– Pasca panen raya jagung pekan lalu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wahai kembali mengembangkan program pertanian berkelanjutan dengan menanam bibit jagung varietas unggulan, Kamis,(22/1),
Program ini tidak hanya mendukung kemandirian pangan sesuai 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, tetapi juga menjadi sarana pembinaan produktif bagi Warga Binaan,
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas Wahai dalam memberdayakan Warga Binaan melalui pertanian. “Penanaman bibit jagung berkelanjutan ini tidak hanya mewujudkan kemandirian pangan, tetapi juga mengajarkan keterampilan agrikultur yang dapat berguna sebagai bekal bagi Warga Binaan setelah mereka reintegrasi sosial,” ungkap Tersih.
Sementara itu, salah satu Staf Pembinaan, Frans Tepal, yang terjun langsung di lapangan menambahkan bahwa seluruh proses mulai dari penanaman hingga panen melibatkan Warga Binaan secara aktif. “Mereka dilibatkan dalam semua tahap, mulai dari pembibitan, pemeliharaan, hingga panen. Kegiatan ini juga menanamkan disiplin dan tanggung jawab,” kata Frans.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari tingkat wilayah. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menekankan pentingnya program pertanian berkelanjutan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. “Lapas Wahai merupakan salah satu UPT yang berkontribusi positif pada ketahanan pangan lokal menuju kemandirian pangan sebagaimana Program Aksi Kemenimipas Tahun ini. Kami dorong seluruh jajaran pemasyarakatan Maluku untuk kontributif dan bergerak aktif dalam menindaklanjuti,” imbau Ricky.
Melalui program penanaman bibit jagung berkelanjutan ini, Lapas Wahai diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan lokal, tetapi juga mendukung program pemerintah sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan hidup yang berguna untuk masa depan.(LM-05)















Discussion about this post