Lensa Maluku, – Gerak cepat dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai untuk pastikan lingkungan Pemasyarakatan bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba melalui deteksi dini tes urine bagi petugas dan Warga Binaan, Rabu (7/1).
Kegiatan yang berlangsung di ruang klinik Lapas ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Wahai dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba.
Tes urine dilaksanakan secara acak terhadap empat Warga Binaan tindak pidana narkotika dan dua petugas. Pemeriksaan dilakukan secara transparan sebagai langkah preventif sekaligus pengawasan internal guna meminimalkan potensi pelanggaran. Dari hasil pemeriksaan, enam sampel urine yang diuji seluruhnya dinyatakan negatif dari zat narkotika dan obat-obatan terlarang.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan keseriusan jajaran Pemasyarakatan dalam menciptakan Lapas yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba.
“Tes urine ini merupakan bagian dari langkah preventif dan deteksi dini yang rutin kami laksanakan. Kami ingin memastikan bahwa baik petugas maupun Warga Binaan benar-benar bersih dari narkoba, sehingga tercipta lingkungan pembinaan yang sehat dan kondusif. Bila ada yang melanggar, kami akan tindak tanpa ampun,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi Warga Binaan.
“Kami tidak hanya fokus pada pengawasan, tetapi juga pembinaan. Melalui tes urine ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada Warga Binaan untuk menjauhi narkoba dan berkomitmen menjalani masa pidana dengan perubahan sikap yang semakin baik,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan Lapas Wahai sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan Lapas dan Rutan Bersih dari Narkoba (Bersinar).
“Kami mengapresiasi pelaksanaan deteksi dini narkoba melalui tes urine di Lapas Wahai. Ini merupakan wujud nyata komitmen jajaran Pemasyarakatan di Maluku dalam mendukung program zero narkoba dan menjaga integritas institusi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Wahai diharapkan dapat terus menjaga integritas, meningkatkan kepercayaan publik, serta menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berorientasi pada pembinaan yang humanis. (LM-05)















Discussion about this post