Lensa Maluku,— Masyarakat Waiula Rumah Tiga, Desa Ilath, Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, Maluku, menggelar doa bersama dan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Awaludin, Kamis (15/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan rumah ibadah yang diharapkan memperkuat kebersamaan warga.
Prosesi peletakan batu pertama yang dimulai pukul 06.00 WIT itu dihadiri Kepala Desa Ilath Lutfi Masbait, unsur TNI–Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para penghulu masjid. Sejak pagi, warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Masjid Awaludin akan dibangun di atas lahan seluas 30 x 35 meter persegi. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini direncanakan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat Waiula Rumah Tiga dan sekitarnya.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Awaludin, Ridwan Koedubun, berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai. Menurut dia, kehadiran masjid ini diharapkan membawa keberkahan sekaligus memperkuat persatuan masyarakat setempat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, pemerintah desa, serta pemerintah daerah untuk terus memberikan dukungan dan doa agar pembangunan masjid ini berjalan sesuai harapan,” kata Ridwan.
Ia menegaskan, panitia berkomitmen menyelesaikan pembangunan masjid hingga dapat digunakan oleh masyarakat. Kepercayaan yang diberikan warga, kata Ridwan, menjadi tanggung jawab besar bagi panitia.
Panitia pembangunan Masjid Awaludin diketuai oleh Ridwan Koedubun, dengan Munchir Tomia sebagai Sekretaris dan Irma Mahulete sebagai Bendahara.
Sebelumnya, dalam sambutan panitia yang dibacakan Bahtar Talessy, disampaikan bahwa tahap awal pembangunan masih terbatas pada peletakan batu pertama. Hal itu disebabkan sebagian material bangunan masih berada di Kota Namlea. Meski demikian, panitia tetap optimistis pembangunan dapat dilakukan secara bertahap.
Kepala Desa Ilath Lutfi Masbait mengatakan pemerintah desa mendukung pembangunan Masjid Awaludin. Namun, penyelesaian pembangunan masih bergantung pada ketersediaan anggaran serta partisipasi masyarakat dan para donatur.
Usai prosesi peletakan batu pertama, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan tarian adat Syahwat sebagai ungkapan rasa syukur. Sejumlah warga juga terlibat langsung dalam pengecoran awal pondasi, termasuk pembangunan sekitar 30 titik kaki ayam sebagai dasar konstruksi masjid.
Pembangunan Masjid Awaludin diharapkan tidak hanya memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat Desa Ilath, tetapi juga menjadi simbol gotong royong dan kebersamaan warga.(LM-04)












Discussion about this post