Lensa Maluku,— Rutinitas yasinan setiap pekan pada malam Jumat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai merupakan salah satu program pembinaan kepribadian.
Bertempat di Masjid At-Taubah Lapas, Warga Binaan dengan sadar dan terpanggil imannya melaksanakan kegiatan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama dengan tertib dan penuh kekhusyukan yang semakin menunjukkan tingkat keimanan dan ketaqwaan mereka, Kamis (22/1) malam.
Salah satu Warga Binaan berinisial ‘SA’, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan tersebut memberikan dampak positif bagi dirinya dan Warga Binaan lainnya. “Kegiatan pembacaan Yasin ini memberikan ketenangan dan motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki diri selama menjalani pembinaan di Lapas,” ujar SA.
Ketua Majelis Ta’lim Lapas yang juga Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi, La Joi, menambahkan bahwa kegiatan pembacaan Yasin dan doa bersama menjadi media pembinaan akhlak dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi Warga Binaan. “Melalui kegiatan ini, kami berupaya menanamkan nilai-nilai keagamaan agar mereka memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Joi.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan program pembinaan di Lapas Wahai. “Kegiatan pembacaan Yasin ini merupakan sarana pembinaan mental dan spiritual Warga Binaan muslim agar memiliki ketenangan batin serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Tersih seraya menjelaskan bahwa program pembinaan kepribadian bidang kerohanian baik Islam maupun Kristen dilaksanakan sebagai upaya membentuk pribadi Warga Binaan yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia agar memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
Ditempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, terus memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di Lapas Wahai. “Pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian Warga Binaan. Dengan iman dan ketakwaan yang kuat, diharapkan mereka dapat mengalami perubahan perilaku positif dan siap kembali ke tengah masyarakat pada saatnya nanti,” ungkap Ricky.
Lapas Wahai terus berkomitmen meningkatkan program pembinaan secara rutin dan berkelanjutan, tak terkecuali pembinaan keagamaan, guna mendukung pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan, pembentukan karakter, serta persiapan Warga Binaan menuju reintegrasi sosial.(LM-05)















Discussion about this post