Lensa Maluku – Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Maluku terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih baik, pembenahan sistem pendidikan, penguatan infrastruktur sekolah, serta kolaborasi dengan pemerintah pusat dinilai sebagai langkah strategis yang harus berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd.,MPd. menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, berbagai aspek dalam sistem pendidikan harus diperkuat secara bersamaan agar visi pendidikan Maluku yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai secara nyata.
“Pembenahan sistem pendidikan, peningkatan kualitas infrastruktur sekolah, serta kolaborasi yang kuat dengan pemerintah pusat merupakan langkah strategis yang harus terus dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Maluku,” ujar Singerin.
“Kalau ada kritikan soal pembenahan pada Dinas Pendidikan, selaku Pimpinan saya kira itu masukan, tentunya Perbaikan bisa saja pada dua aspek, mutu pendidikan dan infrastruktur” Ucap Kadis
Ia menjelaskan bahwa sistem pendidikan yang baik akan sangat menentukan kualitas proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan terus melakukan berbagai upaya pembenahan, mulai dari penguatan tata kelola pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga pengembangan metode pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Singerin menekankan bahwa guru tetap menjadi ujung tombak dalam dunia pendidikan. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik terus menjadi perhatian utama melalui berbagai program pelatihan, pengembangan kapasitas profesional, serta peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Selain aspek sistem, perhatian terhadap infrastruktur pendidikan juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Sarana dan prasarana yang memadai dinilai sangat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan kondusif bagi peserta didik.
“Sekolah yang memiliki fasilitas yang baik tentu akan memberikan ruang belajar yang lebih optimal bagi siswa. Oleh sebab itu, pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendidikan terus menjadi bagian dari agenda penting dalam pengembangan pendidikan di Maluku,” jelasnya.
Singerin juga menyoroti kondisi geografis Maluku yang terdiri dari wilayah kepulauan sebagai tantangan tersendiri dalam pembangunan sektor pendidikan. Pemerataan fasilitas pendidikan di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar, membutuhkan perhatian serius serta dukungan kebijakan yang kuat.
Dalam konteks tersebut, kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi sangat penting. Dukungan program, kebijakan, serta alokasi anggaran dari pemerintah pusat dinilai dapat memperkuat berbagai upaya pembangunan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan pendidikan di Maluku. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, berbagai program pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas dan kami terus lakukan koordinasi dan komunikasi bersama pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan,” kata Singerin.
Ia menambahkan bahwa visi pendidikan Maluku menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan yang merata, berkeadilan, serta mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing di masa depan.
Karena itu, Dinas Pendidikan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang telah berjalan, sekaligus mendorong inovasi dalam pengelolaan pendidikan agar sistem pendidikan di Maluku dapat terus berkembang.
Menurut Singerin, inovasi dalam dunia pendidikan menjadi hal yang tidak dapat dihindari di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran serta penguatan sistem manajemen pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
“Komitmen kami adalah terus melakukan pembenahan dan inovasi agar pendidikan di Maluku semakin maju. Semua langkah ini dilakukan sejalan dengan visi pendidikan Maluku yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci utama pembangunan daerah,” tegasnya.
Lebih jauh, ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, pemerintah daerah, orang tua siswa hingga masyarakat luas untuk bersama-sama mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan.
Menurut Singerin, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Dengan pembenahan sistem pendidikan, penguatan infrastruktur sekolah, serta kolaborasi yang kuat dengan pemerintah pusat, diharapkan mutu pendidikan di Maluku dapat terus meningkat. Upaya tersebut diyakini akan menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi muda yang berkualitas dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah di masa depan. (LM-10).











Discussion about this post