Lensa Maluku, – Aktivitas tinggi penggunaan alat komunikasi sah oleh Warga Binaan menjadi sinyal dan langkah bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai untuk meningkatkan kewaspadaan dengan kembali menggelar ‘Sidak Handphone Warung Telekomunikasi Khusus’ (Spion Wartelsus). Hal ini dilakukan pada Kamis (28/8) malam usai penguncian kamar dan blok hunian.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan tingginya penggunaan handphone Wartelsus dapat menjadi indikasi awal potensi pelanggaran keamanan dan ketertiban (kamtib). “Kita harus tetap waspada karena melalui komunikasi bisa terjadi penyimpangan, bahkan peredaran barang terlarang, seperti narkoba dan handphone ilegal di lingkungan Lapas,” tegasnya.
Tersih mengimbau regu pengamanan malam untuk selalu rutin melakukan ‘Spion Wartelsus’ sebagai bentuk pengawasan dan tindakan antisipatif. “Wartelsus adalah sarana komunikasi yang sah, namun aktivitas yang tinggi dapat mengindikasikan adanya penyalahgunaan fasilitas untuk tujuan yang tidak sesuai. Apalagi bila tidak terkontrol, maka dapat dimanfaatkan untuk komunikasi terkait peredaran narkoba atau tindakan penipuan yang dilakukan dari Lapas,” ujarnya.
Oleh karena itu, para petugas perlu melakukan peningkatan pengawasan terhadap aktivitas penggunaan alat komunikasi. Hal ini guna mencegah pelanggaran dan penyimpangan yang bisa merusak stabilitas kamtib di lingkungan Lapas Wahai serta mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Sementara itu, Kepala Regu Pengamanan (Karupam) malam, Elvis Elon Angkotta, berjanji akan konsisten melakukan pengawasan area termasuk di ruang Wartelsus. “Kami juga akan menginformasikan Karupam yang lain karena hal ini akan berdampak pada situasi kamtib di regu pengamanan manapun. Semoga Lapas Wahai tetap aman terkendali,” ungkap penerima penghargaan Petugas Teladan Triwulan II Tahun 2025 itu.
‘Spion Wartelsus’ sebagai salah satu komitmen jajaran dalam memberantas narkoba dan penipuan menandakan upaya komprehensif Lapas Wahai untuk terus menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih sebagai wujud dukungan terhadap program nasional dalam meningkatkan citra positif Pemasyarakatan. Meskipun hasil kegiatan ‘Spion Wartelsus’ sebanyak lima unit tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan, namun kegiatan tersebut akan senantiasa terus dilakukan berkala sebagai bentuk komitmen jajaran Lapas Wahai. (LM-05)
Discussion about this post