
Lensa Maluku,- Bupati Buru Selatan Hj. Safitri Malik Soulisa membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2025 – 2045.
Kegiatan yang gelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ini mengusung tema “Buru Selatan Maju, Mandiri Dan Berkelanjutan Berbasis agro Marine”, bertempat di aula kantor bupati setempat Selasa, (30/7/2024).
Musrenbang digelar untuk membahas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Buru Selatan Tahun 2025-2045.
Hadir dalam musyawarah tersebut, Pj. Sekda Bursel, Ruslan Makatitta, Kepala BAPPEDA Bursel, Melkior Solissa, para Staf Ahli Bupati asisten Setda, Pimpinan TNI/Polri, Tim Percepatan Pembangunan kabupaten Bursel, para narasumber dari direktur regional III Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas dan Bappeda Provinsi Maluku; Tim Pusat Studi Perdesaan Universitas Pattimura, Prof. Dr. Ir. La Ega, MS, Pimpinan OPD lingkup pemerintah daerah kabupaten Bursel, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Perbankan, LSM dan Ormas pada lingkup pemerintah kabupaten, Akademisi, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Para Asosiasi Usaha, Rekan-rekan Pers, serta tamu dan undangan lainnya.
Dalam sambutan Bupati Bursel, Hj Safitri Malik Soulisa turut menyampaikan Kabupaten Bursel dalam mengembangkan ekonomi daerah, terdapat lima hal yang menjadi prioritas pembangunan daerah.
Pertama, Pengembangan kawasan utama produsen perikanan secara berkelanjutan.
Kedua, pembangunan dan pengembangan sarana pelabuhan laut, untuk mendukung pengembangan produksi dan hasil produk hilirisasi komoditi perikanan dan pembangunan sektor pariwisata.
Ketiga, pengembangan potensi pariwisata berkelanjutan, melalui pengembangan kawasan pariwisata premium, pariwisata lokal dan ekonomi kreatif.
Keempat, penguatan rantai pasok industri pariwisata yang adaptif, inklusif dan berkelanjutan, yang didukung dengan penerapan blue dan green economy, digitalisasi dan kemajuan teknologi. kelima, meningkatkan kualitas angkatan kerja, terutama di bidang perikanan, perkebunan, pariwisata dan industri.
Lanjut Safitri, untuk arah kebijakan transformasi sosial, lebih diarahkan pada peningkatan akses pelayanan kesehatan, pencegahan penyakit menular, penanganan gizi buruk dan stunting serta penguatan tenaga medis secara merata.
Politisi PDI Perjuangan ini menyebut, untuk bidang pendidikan lebih diarahkan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana serta pemerataan tenaga pendidik, terutama pada pendidikan paud dan pendidikan dasar di seluruh wilayah Bursel.
Untuk transformasi ekonomi, lebih diarahkan pada penguatan investasi dan hilirisasi melalui pengembangan sentra industri komoditi unggulan, pengembangan lahan sawah dan transmigrasi serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor baru lainnya yang berbasis kemaritiman, peternakan, kehutanan, pariwisata dan jasa
Kemudian transformasi tata kelola diarahkan pada optimalisasi dan harmonisasi regulasi yang memadai, percepatan digitalisasi layanan publik dan pelaksanaan SPBE untuk penguatan aspek pemerintahan berbasis digital.
Sehingga terciptanya transparansi proses perencanaan, penganggaran, pengadaan barang jasa serta transparansi layanan perizinan.
“Saya berharap melalui Musrenbang RPJPD ini dapat menyerap aspirasi dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan, sebagai bahan penyempurnaan rancangan akhir dokumen RPJPD kabupaten buru selatan tahun 2025-2045” Pinta Bupati
Selain itu Bupati Juga menghimbau, setelah ditetapkan perda RPJPD ini, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa setiap arah kebijakan hingga target pembangunan jangka menengah lima tahunan yang termuat dalam dokumen RPJMD dan dokumen RKPD yang besifat tahunan mengacu pada dokumen RPJPD ini, sehingga terciptanya singkronisasi antar dokumen perencanaan.
Safitri Menyebut, RPJPD dijadikan pedoman dalam penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah atau RPJMD, untuk setiap jangka waktu lima tahun, khususnya arah kebijakan dan sasaran pokok RPJPD.
Arah kebijakan dan sasaran pokok RPJPD tersebut, akan menjadi acuan bagi para calon kepala daerah untuk menyusun visi dan misi dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang sebentar nanti akan dilaksanakan untuk periode lima tahun ke depan.
Oleh karena itu, ia menambahkan, melalui penyusunan RPJPD Bursel tahun 2025-2045, kondisi-kondisi tersebut diharapkan dapat terakomodir dengan baik, sehingga skenario perencanaan pembangunan yang didesain dalam dokumen RPJPD ini, menjadi lebih mampu merespon berbagai kemungkinan perubahan yang terjadi di bumi fuka bipolo yang kita cintai ini.
Bupati Juga mengatakan, secara wilayah, Provinsi Maluku berkontribusi pada perekonomian indonesia sebesar 0,70 persen pada tahun 2023, dan diproyeksikan pada tahun 2045, maluku berpotensi meningkatkan kontribusi terhadap PDB nasional menjadi 2,00 persen.
Hal ini selaras dengan arah kebijakan yang tertuang dalam dokumen RPJPN, dimana pembangunan wilayah maluku untuk 20 tahun mendatang di arahkan sebagai ekonomi biru timur indonesia yang difokuskan pada pendayagunaan sumberdaya kelautan, dengan tetap mengoptimalkan sumberdaya lainnya berdasarkan prinsip berkelanjutan.
Dengan demikian Daerah Bursel secara tidak langsung akan ikut memberikan kontribusi terhadap pengembangan sektor kelautan dan sektor pendukung lainnya demi kemakmuran rakyat di bumi fuka bifolo yang kita cintai bersama. (LM-03).
Discussion about this post