Lensa Maluku, — Pemerintah Kabupaten Buru Selatan menegaskan komitmennya untuk melindungi hak dasar pendidikan seluruh anak bangsa di pelosok Tanah Air.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan, Momin Tomanussa, mengimbau seluruh elemen masyarakat dan tokoh adat untuk bersatu padu menjaga keberlangsungan aktivitas belajar-mengajar di wilayah Bumi Fuka Bipolo, Maluku.
Langkah tegas ini disuarakan demi menghentikan maraknya aksi pemalangan fasilitas sekolah oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Momin menilai, tindakan menyegel sekolah sama halnya dengan merampas hak konstitusional generasi muda untuk meraih cita-cita dan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945.
“Sekolah adalah aset negara dan tempat melahirkan generasi penerus bangsa. Tindakan pemalangan akibat provokasi oknum tidak bertanggung jawab harus segera dihentikan demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, damai, dan kondusif,” tegas Momin.
Ia menambahkan, iklim pendidikan yang stabil menjadi fondasi penting untuk mendukung agenda prioritas pembangunan yang diusung Bupati La Hamidi dan Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily dalam memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Buru Selatan.
Untuk memperkuat rasa nasionalisme dan kepedulian bersama terhadap pendidikan daerah, Dinas Pendidikan Buru Selatan menekankan tiga pilar utama:
Bahu-Membahu Menolak ProvokasiWarga diminta mengedepankan kepentingan nasional dan masa depan anak-anak di atas kepentingan kelompok, serta tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang memecah belah dan merugikan sekolah.
Tokoh Adat Sebagai Pengawal Pendidikan:** Mengajak para tokoh adat berdiri di barisan terdepan bersama pemerintah dalam menjamin keamanan gedung sekolah sebagai simbol kemajuan daerah.
Gotong Royong Demi Mutu Pendidikan:** Menyerukan sinergi nasionalis antar-elemen masyarakat untuk bahu-membahu menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan merata hingga ke pelosok daerah.
Dinas Pendidikan Buru Selatan optimistis, melalui semangat gotong royong dan kesadaran bela negara dari tokoh adat serta masyarakat, aksi pemalangan sekolah dapat dihentikan secara permanen demi kejayaan generasi penerus Bumi Fuka Bipolo.(LM-03)











Discussion about this post