Lensa Maluku – Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) Pusat PDI Perjuangan menggelar Lomba Esai Bulan Bung Karno Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Relevansi Indonesia Menggugat”.
Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa dan lulusan fakultas hukum dengan batas usia maksimal 30 tahun.
Ia menegaskan kegiatan ini sangatlah mendorong semangat anak muda terutama dalam mengembangkan kreativitas.
Kepala BBHAR Daerah Maluku PDI Perjuangan, Ali M. Basri Salampessy, mengatakan tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
Menurutnya, semangat “Indonesia Menggugat” harus terus dihidupkan oleh generasi muda sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan hukum, keadilan, dan kehidupan berbangsa.
Kepada media ini Salampessy mengatakan, “Indonesia Menggugat” bukan sekadar slogan dan catatan sejarah dari pidato pembelaan Bung Karno kala itu, tetapi juga simbol keberanian dalam menyuarakan kebenaran dan melawan ketidakadilan.
“Generasi muda saat ini harus mampu menerjemahkan semangat Indonesia Menggugat dalam konteks kekinian. Jika dahulu Bung Karno menggugat kolonialisme, maka hari ini anak-anak muda harus berani mengkritisi berbagai persoalan sosial, hukum, dan kebangsaan melalui gagasan yang membangun,” ujarnya kepada media, Senin (02/06/2026).
Sebagai praktisi hukum, Ali M. Basri Salampessy menilai tantangan bangsa saat ini semakin kompleks. Berbagai persoalan seperti ketimpangan sosial, akses terhadap keadilan, pengelolaan sumber daya alam, hingga penegakan hukum membutuhkan perhatian dan kontribusi nyata dari kalangan intelektual muda.
Menurutnya, perjuangan untuk bangsa tidak selalu dilakukan melalui aksi demonstrasi atau gerakan massa. Pemikiran kritis yang dituangkan dalam tulisan dan karya ilmiah juga merupakan bentuk perjuangan yang memiliki dampak besar bagi masyarakat.
“Perjuangan hari ini bisa dilakukan melalui tulisan, riset, dan argumentasi hukum yang kuat. Gagasan-gagasan yang lahir dari generasi muda sangat dibutuhkan untuk membantu mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa,” katanya.
Ali turut mengapresiasi langkah BBHAR Pusat PDI Perjuangan yang menghadirkan ruang kompetisi intelektual bagi mahasiswa hukum di seluruh Indonesia.
Menurutnya, lomba ESAI tersebut dapat menjadi sarana untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap persoalan rakyat dan masa depan bangsa.
Ia berharap para peserta tidak hanya menjadikan lomba tersebut sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai momentum untuk menyumbangkan gagasan terbaik bagi Indonesia.
“Momentum Bulan Bung Karno harus dimanfaatkan untuk memperkuat semangat pengabdian intelektual. Melalui tulisan, mahasiswa dan lulusan hukum dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa yang lebih adil dan demokratis,” ungkapnya.
Diketahui, Lomba Esai Bulan Bung Karno 2026 berlangsung sepanjang Juni 2026. Peserta diwajibkan mengirimkan karya tulis orisinal bertema “Relevansi Indonesia Menggugat” dengan panjang tulisan 1.500 hingga 2.000 kata.
Tiga peserta terbaik akan memperoleh beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) sekaligus kesempatan mengikuti pelantikan advokat.
Ali Basri Salampessy atau akrab disapa Ali, berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami hukum secara teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk memperjuangkan keadilan dan kepentingan rakyat.
“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak anak muda yang berani berpikir kritis, berani menyampaikan kebenaran, dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat. Itulah semangat Indonesia Menggugat yang harus terus hidup,” tutup Salampessy, (LM-10)









Discussion about this post