Lensa Maluku – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Ambon menggelar kegiatan Kemah Bela Negara (KEMBARA) sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan kader, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota partai.
Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan di Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, nantinya akan diikuti oleh sekitar 100 peserta dan dilaksanakan selama tiga hari, sejak 26 hingga 28 Juni 2026.
Kepada Media ini, Ketua DPD PKS Kota menyampaikan kegiatan tersebut nantinya akan dibuka secara langsung oleh Ketua DPW PKS Maluku, Facri Alkatiri, yang saat ini juga menjabat sebagai Bupati Seram Bagian Timur.
Kehadiran Fachri dalam pembukaan kegiatan menjadi simbol dukungan penuh terhadap proses kaderisasi dan penguatan karakter kader yang terus dilakukan PKS di Maluku.
Ketua DPD PKS Kota Ambon, Malik Raudhi Tuasamu, juga menegaskan bahwa kegiatan KEMBARA merupakan program yang digagas langsung oleh DPD PKS Kota Ambon sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam membangun kualitas kader secara berkelanjutan.
“Kegiatan KEMBARA ini kami laksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 26 sampai 28 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 100 peserta yang berasal dari berbagai unsur kader PKS Kota Ambon,” ujar Malik.
Ia menjelaskan bahwa Kemah Bela Negara bukan sekadar agenda rutin organisasi atau kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan yang harus dimiliki setiap kader partai.
“KEMBARA yang kami gagas bukan hanya sebagai agenda biasa-biasa saja, tetapi juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi sesama kader partai, mempererat ukhuwah, serta membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas-tugas pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurut Tuasamu, penguatan solidaritas internal menjadi salah satu aspek penting yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Dalam dinamika organisasi yang terus berkembang, kebersamaan dan kekompakan kader menjadi modal utama untuk menjaga soliditas partai sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, peserta akan mengikuti berbagai agenda yang berorientasi pada peningkatan kapasitas diri, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kerja sama tim, kedisiplinan, serta pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Berbagai materi dan aktivitas lapangan dirancang untuk membangun kesadaran bahwa bela negara tidak hanya dimaknai dalam konteks pertahanan dan keamanan semata, melainkan juga diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
Tuasamu juga menambahkan, kader PKS harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menunjukkan sikap yang santun, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Karena itu, proses kaderisasi harus terus diperkuat agar mampu melahirkan kader-kader yang siap menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini dan menjadikan nilai-nilai yang diperoleh selama KEMBARA sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, dan berbangsa. Kader PKS harus hadir memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pelaksanaan KEMBARA juga menjadi bukti bahwa proses kaderisasi tetap menjadi prioritas utama PKS Kota Ambon.
Di tengah perkembangan sosial dan politik yang terus berubah, partai memandang penting untuk terus membangun kader yang memiliki kemampuan intelektual, moral, dan kepemimpinan yang kuat.
Melalui kegiatan ini, DPD PKS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kader-kader yang tidak hanya aktif dalam aktivitas politik, tetapi juga memiliki semangat pengabdian, kepedulian sosial, serta komitmen kebangsaan yang kokoh dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan KEMBARA, PKS Kota Ambon berharap kegiatan tersebut dapat menjadi fondasi dalam memperkuat soliditas organisasi sekaligus melahirkan kader-kader yang siap mengabdi untuk masyarakat, daerah, dan bangsa, (LM-10).









Discussion about this post