Lensa Maluku – Kepala Bidang Guru dan Tenagaan Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Jefris Berhitu menegaskan bahwa Fakir Suleman saat ini telah melaksanakan tugas di SMA Negeri 7 Buru, Kabupaten Buru, sesuai Surat Keputusan Gubernur Maluku terkait penempatan dan sanksi disiplin yang dijatuhkan kepadanya.
Menurut Jefris, keputusan gubernur telah menetapkan secara jelas bahwa Fakir Suleman ditugaskan sebagai pelaksana di SMA Negeri 7 Buru, Namlea.
Bahkan, yang bersangkutan telah mulai beraktivitas di sekolah tersebut sebagaimana amanat keputusan tersebut.
“Keputusan gubernur sudah jelas menempatkan beliau di SMA Negeri 7 Buru. Saat ini yang bersangkutan juga sudah beraktivitas di sana,” ujar Jefris kepada media.
Ia menjelaskan, sejak Agustus lalu Fakir Suleman dikenakan sanksi disiplin kepegawaian yang berimplikasi pada perubahan status jabatan dan lokasi penugasannya.
Namun demikian, Dinas Pendidikan sempat mempertahankan keberadaan Fakir di lingkungan dinas karena dinilai memiliki kompetensi yang sangat dibutuhkan, khususnya dalam menangani persoalan sertifikasi guru.
Menurutnya, selama berada di Dinas Pendidikan, Fakir banyak membantu Bidang GTK dalam memberikan konsultasi, menganalisis permasalahan sertifikasi guru, hingga mencarikan solusi agar data guru valid dan tunjangan profesi guru (TPG) dapat dicairkan tepat waktu.
“Kami sempat menahan beliau di dinas karena kebutuhan pelayanan. Banyak guru datang berkonsultasi terkait sertifikasi. Beliau memiliki kemampuan menganalisis persoalan tersebut dan memberikan solusi sehingga guru-guru bisa memperoleh validasi sertifikasi dan tunjangan profesinya dapat dicairkan,” jelasnya.
Jefris menuturkan, tugas Bidang GTK tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga memastikan kesejahteraan guru, termasuk melalui pencairan tunjangan profesi. Dalam hal tersebut, kontribusi Fakir dinilai sangat besar.
Selain membantu penyelesaian sertifikasi, Fakir juga terlibat dalam berbagai kegiatan coaching clinic yang rutin dilaksanakan setiap bulan bagi guru-guru kabupaten/kota.
“Beliau punya peran penting dalam coaching clinic. Guru-guru bisa berkonsultasi langsung dan mendapatkan solusi atas persoalan yang dihadapi,” kata Jefris.
Tak hanya itu, Fakir juga disebut berkontribusi besar dalam analisis kebutuhan guru di Provinsi Maluku.
Kemampuannya memahami aturan pembagian jam kerja guru, aplikasi pendidikan, serta analisis data menjadikannya sangat membantu dalam menyusun Analisis Jabatan (Anjab), Analisis Beban Kerja (ABK), hingga peta kebutuhan guru secara riil berdasarkan jumlah rombongan belajar dan jumlah siswa di sekolah.
“Beliau sangat memahami aturan dan aplikasi. Dalam proses analisis kebutuhan guru, perannya sangat besar karena kita harus memotret kebutuhan riil di sekolah agar pemerataan guru bisa dilakukan dengan benar,” ungkapnya.
Meski demikian, Jefris menegaskan bahwa penempatan Fakir Suleman tetap harus mengikuti keputusan gubernur.
Karena itu, untuk sementara waktu yang bersangkutan diminta kembali melaksanakan tugas di SMA Negeri 7 Buru sambil menunggu proses administrasi dan kemungkinan penugasan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tetap menghormati keputusan gubernur. Penempatannya di SMA Negeri 7 Buru dan itu harus dijalankan. Namun kebutuhan dinas terhadap kemampuan beliau juga sangat besar karena menyangkut pelayanan kepada banyak guru,” katanya.
Jefris menambahkan, keterbatasan tenaga teknis di Bidang GTK juga menjadi salah satu alasan mengapa keberadaan Fakir sangat dibutuhkan.
Saat ini hanya terdapat satu pegawai yang memiliki tanggung jawab tambahan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sehingga sebagian besar waktunya tersita untuk menjalankan tugas tersebut.
Akibatnya, pelayanan konsultasi bagi guru sering mengalami keterlambatan. Karena itu, Dinas Pendidikan berharap pelayanan terkait sertifikasi dan tunjangan profesi guru tidak boleh terhambat.
“Guru harus mendapatkan pelayanan yang baik. Kesejahteraan mereka melalui tunjangan profesi harus tetap terjamin sehingga mereka juga dapat melaksanakan tugas pendidikan dengan maksimal. Itu yang menjadi perhatian utama kami,” tegas Jefris.(LM-10).









Discussion about this post