Lensa Maluku, – Bagi masyarakat di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Buru Selatan, ketersediaan darah sering kali menjadi persoalan yang menentukan keselamatan seseorang.
Ketika pasien membutuhkan transfusi dalam kondisi darurat, setiap menit sangat berharga. Karena itu, Bupati Buru Selatan, La Hamidi, berharap kepengurusan baru Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buru Selatan mampu membangun kolaborasi yang kuat dengan Kementerian Kesehatan, PMI Provinsi Maluku, PMI Pusat, serta pemerintah daerah untuk menghadirkan bank darah di Buru Selatan.
Harapan tersebut disampaikan Sabtu 25/7/26 saat pelantikan Pengurus PMI Kabupaten Buru Selatan masa bakti 2026–2031 yang dipimpin Ketua PMI Provinsi Maluku, Prof. Dr. Pdt. Join Chr. Rabuleusin, M.Si., berdasarkan Keputusan Pengurus PMI Provinsi Maluku Nomor 03/KEP/PD-PMI/V/2026.
Menurut La Hamidi, tantangan pelayanan kesehatan di daerah kepulauan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi lintas lembaga agar masyarakat memiliki akses terhadap darah yang aman, cepat, dan tersedia setiap saat.
“Kami berharap PMI Kabupaten Buru Selatan menjadi jembatan kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, PMI Provinsi Maluku, PMI Pusat, rumah sakit, serta pemerintah daerah untuk menghadirkan bank darah yang benar-benar dapat melayani masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelantikan tersebut, Husen Souwakil, S.Si. resmi dipercaya memimpin PMI Kabupaten Buru Selatan sebagai ketua. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat pelayanan kemanusiaan, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, sekaligus membangun sistem donor darah yang berkelanjutan.
Keberadaan bank darah dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi Buru Selatan. Selain mempercepat penanganan pasien gawat darurat, fasilitas tersebut juga akan membantu ibu melahirkan yang mengalami pendarahan, korban kecelakaan, pasien yang menjalani operasi, hingga penderita penyakit yang membutuhkan transfusi darah secara rutin.
Bupati La Hamidi berharap perhatian terhadap kebutuhan bank darah di Buru Selatan tidak hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan RI dan PMI Pusat. Dengan dukungan kebijakan, sumber daya, serta penguatan fasilitas kesehatan, masyarakat di daerah kepulauan dapat memperoleh pelayanan yang setara dengan daerah lain di Indonesia.
“Semangat kemanusiaan harus diwujudkan melalui aksi nyata. Setiap tetes darah yang tersedia bukan sekadar stok di rumah sakit, tetapi harapan hidup bagi masyarakat yang sedang berjuang,” tutupnya.(LM-03)









Discussion about this post