Lensa Maluku, – Terhentinya aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 09 Namrole, Dusun Walafau, Kabupaten Buru Selatan, akibat aksi pemalangan sekolah mendapat perhatian dari Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Buru Selatan. Kondisi tersebut dinilai telah berdampak langsung terhadap hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Perwakilan Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Buru Selatan, Ismail Umasugi, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena pihak yang paling dirugikan adalah para peserta didik.
“Anak-anak bukan bagian dari konflik yang terjadi. Mereka datang ke sekolah untuk belajar dan mengejar cita-cita, bukan menjadi korban dari persoalan yang belum terselesaikan. Karena itu, Dinas Pendidikan harus segera hadir memberikan solusi,” ujar Ismail.
Menurut Ismail, Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itu, ia meminta Dinas Pendidikan segera turun ke lokasi, melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait, memediasi penyelesaian persoalan, serta memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung.
Ia menilai, lambannya penanganan persoalan hanya akan memperpanjang hilangnya waktu belajar anak-anak di Dusun Walafau. Padahal, pendidikan merupakan hak konstitusional yang wajib dijamin oleh negara dan tidak boleh terhambat oleh konflik dalam bentuk apa pun.
“Kami mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan untuk tidak tinggal diam. Setiap hari yang berlalu tanpa proses belajar mengajar merupakan kerugian besar bagi masa depan anak-anak,” tegasnya.
Selain itu, Ismail berharap Pemerintah Kabupaten Buru Selatan memberikan dukungan penuh terhadap upaya penyelesaian persoalan tersebut agar konflik dapat diselesaikan melalui dialog yang mengedepankan kepentingan pendidikan.
Menurutnya, ruang kelas tidak boleh terus kosong akibat persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan secara bijaksana. Kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penyelesaian yang diambil.
“Selamatkan pendidikan anak-anak Walafau. Mereka memiliki hak yang sama untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik. Jangan biarkan mereka menjadi korban dari konflik yang bukan mereka ciptakan,” tutup Ismail.(LM-03)









Discussion about this post