Lensa Maluku, – Ketua Koperasi Produser Parusa Tanila Baru (PTB), Ruslan Arif Soamole, S.H., menegaskan komitmennya agar rencana pengelolaan pertambangan emas Gunung Botak tidak hanya menjadi aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Ruslan dalam pertemuan pimpinan ulayat adat, para ahli waris dan masyarakat adat Petuanan Kaiely di Desa Waitina, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, Selasa (8/9/2026).
Menurut Ruslan, PTB dibangun dengan semangat koperasi yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari kegiatan ekonomi.
Karena itu, pihaknya akan memperjuangkan agar masyarakat setempat memiliki kesempatan untuk bekerja dan mengambil bagian dalam aktivitas yang nantinya dijalankan koperasi.
“Koperasi ini untuk masyarakat, bukan untuk perusahaan. Kami akan perjuangkan agar masyarakat bisa bekerja dan menikmati hasil dari kegiatan yang ada,” tegas Ruslan.
Bagi PTB, keberadaan Gunung Botak tidak boleh hanya dilihat dari nilai emas yang terkandung di dalamnya. Kekayaan alam tersebut harus mampu menciptakan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ruslan menegaskan, pihaknya ingin membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk terlibat, terutama dalam kesempatan kerja dan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan tambang.
Masyarakat Jangan Hanya Menjadi Penonton
Komitmen tersebut menjadi penting di tengah sejarah panjang pertambangan Gunung Botak yang selama ini melibatkan banyak masyarakat.
PTB ingin memastikan bahwa ketika aktivitas pertambangan dikelola melalui koperasi, masyarakat tidak hanya berdiri di luar dan menyaksikan proses pengelolaan sumber daya alam di wilayahnya.
Sebaliknya, masyarakat harus mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari proses tersebut.
Mulai dari tenaga kerja, kegiatan pendukung, hingga peluang ekonomi lainnya yang dapat tumbuh di sekitar aktivitas koperasi.
“Kami ingin masyarakat bukan hanya melihat emasnya, tetapi juga menikmati manfaatnya,” menjadi semangat yang ditegaskan dalam forum tersebut.
Pendaftaran Anggota Akan Dibuka
Sebagai bagian dari upaya memperluas keterlibatan masyarakat, Ruslan juga menyampaikan bahwa Koperasi PTB dalam waktu dekat akan membuka pendaftaran anggota.
Rencana tersebut menjadi langkah penting untuk memberikan ruang kepada masyarakat yang ingin bergabung dan mengambil bagian dalam koperasi.
Dengan keanggotaan yang terbuka sesuai ketentuan, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga dapat memiliki posisi sebagai bagian dari koperasi.
Di sinilah PTB ingin membangun perbedaan: masyarakat bukan sekadar tenaga kerja, tetapi juga bagian dari kekuatan koperasi.
Emas untuk Kesejahteraan
Penyerahan dukungan hak ulayat dari para ahli waris dan masyarakat adat Petuanan Kaiely kepada Koperasi PTB dalam pertemuan tersebut menjadi awal dari sebuah harapan baru.
Harapan agar kekayaan alam Gunung Botak tidak lagi identik dengan konflik dan persoalan, tetapi dapat diarahkan menjadi sumber kesejahteraan.
Tentu, seluruh proses pengelolaan pertambangan tetap harus berjalan sesuai aturan hukum, perizinan, serta memperhatikan lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Namun satu pesan dari PTB disampaikan dengan jelas:
Jika Gunung Botak menghasilkan emas, maka masyarakat Buru harus ikut merasakan manfaatnya.
Bukan hanya segelintir orang.
Bukan hanya pemodal.
Bukan perusahaan.
Tetapi masyarakat yang hidup, bekerja, dan menggantungkan masa depannya di tanah Buru.
Dan bagi PTB, perjuangan itu akan dimulai dari satu hal sederhana tetapi penting:
membuka kesempatan agar masyarakat dapat bekerja, terlibat, dan menikmati manfaat dari kekayaan alam di wilayahnya sendiri.(LM-03)









Discussion about this post