Lensa Maluku, — SMP Negeri 01 Namrole mencatat langkah progresif dalam menguatkan tata kelola dan mutu pendidikan melalui penerapan sistem digitalisasi mandiri. Inovasi ini mencakup pengawasan kedisiplinan guru berbasis foto wajah dan lokasi, sistem ujian digital, hingga fasilitas kerja nirkabel (wireless printing).
Kepala SMPN 01 Namrole, M. Said Buton, menjelaskan pemanfaatan teknologi ini dirancang untuk mempersempit celah kecurangan serta mendisiplinkan tenaga pendidik. Melalui aplikasi digital khusus yang dikembangkan sendiri, absensi guru kini menggunakan verifikasi foto selfie dan pelacakan lokasi (geotagging) secara real-time.
“Tidak ada celah untuk manipulasi data terkait kehadiran guru. Saat absen masuk dan pulang, wajah, waktu, dan lokasi dari masing-masing guru langsung terpampang di aplikasi,” ujar M. Said Buton saat memantau kegiatan sekolah di Namrole, Senin (26/10/2026).
Sistem pemantauan ini berjalan secara menyeluruh, tidak hanya saat kedatangan dan kepulangan, melainkan juga berlanjut selama proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Selain itu, ekosistem digital sekolah diperkuat dengan pelaksanaan ujian berbasis komputer yang hasilnya dapat langsung diakses oleh para orang tua murid di rumah melalui notifikasi WhatsApp.
Keunikan dari aplikasi ini terletak pada asal-usul pengembangannya. Perangkat lunak tersebut tidak dibeli dari pihak luar, melainkan hasil karya putra daerah setempat.
“Admin dari pembuat aplikasi tersebut adalah putra lokal kami sendiri. Kami merangkul potensi anak daerah untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan digitalisasi pendidikan,” lanjut Said.
Dari sisi efisiensi administrasi, SMPN 01 Namrole juga mengadopsi sistem wireless printing (cetak tanpa kabel). Dengan sistem ini, para guru maupun staf tata usaha dapat mengirim perintah cetak dokumen langsung dari laptop atau komputer di dalam kelas menuju mesin printer di ruang tata usaha tanpa harus bolak-balik ruangan.
Guna menjamin keamanan lingkungan sekolah, pihak manajemen turut memasang 16 titik kamera pengawas (CCTV) di berbagai area strategis. Seluruh titik CCTV tersebut terhubung secara daring sehingga kondisi sekolah dapat dipantau langsung oleh Kepala Sekolah dari jarak jauh.
Melihat progres ini, M. Said Buton berharap SMPN 01 Namrole dapat menjadi barometer kemajuan pendidikan, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional. Namun, ia menggarisbawahi bahwa pencapaian tersebut memerlukan sokongan nyata dari pemerintah daerah.
“Melalui kesempatan ini, kami sangat mengharapkan perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah, baik secara moril maupun material. Dukungan tersebut sangat penting untuk pengembangan fasilitas sekolah yang lebih baik ke depan demi membawa nama baik daerah di bidang pendidikan,” pungkasnya.(LM-03)








Discussion about this post