Lensa Maluku, – Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, Maluku, memperkuat layanan transportasi laut melalui kerja sama dengan PT Ajul Safikram Lines untuk meningkatkan konektivitas antarkecamatan dan antardesa, sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perikanan di Bursel.
Kepada Media ini di Namrole Minggu 1/11/2026, Bupati Buru Selatan La Hamidi mengatakan, penyediaan transportasi laut yang teratur merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama warga pesisir yang selama ini bergantung pada transportasi laut.
“Pada prinsipnya, ini untuk melayani masyarakat pesisir di Kabupaten Buru Selatan, baik antarkecamatan maupun antardesa, sehingga masyarakat mendapatkan kemudahan akses dan kenyamanan dalam perjalanan,” kata La Hamidi.
Orang nomor satu di Bursel ini juga menekankan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama ketika masyarakat menghadapi musim gelombang tinggi.
Ia mengingatkan kecelakaan laut di perairan Tifu beberapa bulan lalu yang menelan korban jiwa sebagai pelajaran penting untuk meningkatkan perhatian terhadap keselamatan transportasi laut.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan mengupayakan penyesuaian jadwal pelayaran agar terhubung dengan kapal menuju Ambon. Frekuensi pelayaran direncanakan dua kali dalam seminggu, dengan jadwal operasional yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan konektivitas antarkapal.
La Hamidi menegaskan, pemerintah daerah juga membuka peluang pemberian subsidi apabila diperlukan untuk menjamin keberlangsungan layanan transportasi laut bagi masyarakat.
“Yang kami harapkan, masyarakat mendapatkan kenyamanan, kepastian pelayanan, serta kemudahan akses. Dengan begitu, aktivitas ekonomi masyarakat juga bisa tumbuh,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan Ridwan Nyio menambahkan, Dukungan terhadap layanan tersebut dituangkan melalui rekomendasi Bupati Buru Selatan Nomor 500.11.8.4/44 tertanggal 5 Oktober 2026 kepada PT Ajul Safikram Lines untuk pengoperasian kapal penumpang KM Ajul Safikram 02 berkapasitas 241 gross tonnage (GT).
Kapal berbendera Indonesia itu direncanakan melayani trayek tetap dan teratur angkutan laut dalam negeri di wilayah perairan Kabupaten Buru Selatan.
Rute pelayaran mencakup sejumlah wilayah pesisir, yakni Desa Nanali, Pasir Putih, Waepandang, Batu Layar, Wabele, Sekat, Wamsisi, Waemulang, Terkuri, Waeturen, Waehaka, Wawali, Waemala, Kawiri, Tifu, Leksula, Namrole, Watawa hingga Ambalau.
Kehadiran kapal tersebut diharapkan membantu masyarakat mengangkut hasil pertanian dan perikanan dari desa-desa menuju Namrole, sebelum diteruskan ke Ambon menggunakan kapal lanjutan maupun sebaliknya dari Namrole ke Desa- Desa.
Menurut dia, pemerintah daerah berupaya membangun konektivitas antarkapal agar distribusi hasil produksi masyarakat dapat berlangsung lebih efektif.
“Kami akan mencoba menghubungkan layanan ini dengan kapal Cantika, sehingga hasil-hasil dari masing-masing desa bisa diangkut dan tiba di Namrole, kemudian disesuaikan dengan jadwal KMP Cantika menuju Ambon maupun daerah lainnya,” kata Ridwan.
Ia berharap informasi mengenai layanan baru tersebut dapat diketahui masyarakat luas sehingga warga pesisir dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan perjalanan maupun pengiriman hasil usaha.
Ridwan menyampaikan, pelayaran perdana direncanakan berangkat dari Pelabuhan Namrole menuju Ambalau melalui Wamsisi dengan agenda peluncuran bersama pemerintah daerah dan pihak operator kapal.
Selain memperlancar mobilitas, pengoperasian kapal tersebut diharapkan memberikan kepastian transportasi bagi petani dan nelayan, termasuk masyarakat di Kecamatan Kepala Madan yang membutuhkan akses untuk memasarkan hasil pertanian dan tangkapan ikan.
Selama ini, ketidakpastian jadwal transportasi dapat menyulitkan pelaku usaha karena hasil produksi berisiko terlambat dipasarkan apalagi saat cuaca laut extrim.
Dengan layanan yang lebih teratur, distribusi hasil pertanian dan perikanan diharapkan menjadi lebih lancar serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Pengoperasian KM Ajul Safikram 02 diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah kepulauan di Buru Selatan, meningkatkan pelayanan publik, serta memperlancar distribusi barang dan hasil produksi masyarakat pesisir.(LM-03)









Discussion about this post