Lensa Maluku, – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menunjukkan keseriusannya dalam melaksanakan pembinaan kemandirian bidang pertanian dengan melaksanakan panen tomat perdana di kebun rumah dinas, Sabtu (30/8), yang diikuti langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya, bersama jajaran pegawai dan warga binaan.
Tersih mengapresiasi semangat warga binaan dan jajaran pembinaan yang telah bekerja sama merawat kebun hingga membuahkan hasil. “Panen ini bukan hanya tentang hasil yang diperoleh, tetapi juga bagian dari proses pembinaan kemandirian keterampilan dan produktivitas. Kami berharap warga binaan dapat memetik ilmu dan pengalaman dari kegiatan ini untuk bekal setelah bebas nantinya,” ujar Tersih.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw juga menambahkan bahwa kegiatan bercocok tanam akan terus dikembangkan dengan menanam berbagai komoditas lain agar memberikan manfaat lebih luas. “Selain tomat, kami juga berencana menambah variasi tanaman agar hasil pertanian lebih beragam dan memberikan manfaat lebih luas,” ungkap Merpaty.
Dalam panen kali ini, berhasil dipetik sebanyak enam kilogram tomat hasil budidaya warga binaan. Kegiatan pertanian ini menjadi salah satu wujud nyata implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, khususnya pemberdayaan warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan.
Salah seorang warga binaan berinisial ‘AG’ yang turut serta dalam panen juga mengaku bangga bisa ikut terlibat. Menurutnya, pengalaman berkebun menambah wawasan baru dan memberi semangat dalam menjalani masa pembinaan di Lapas.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas kegiatan pembinaan yang dilakukan Lapas Wahai. “Saya sangat mengapresiasi langkah Lapas Wahai yang konsisten mengembangkan program pembinaan kemandirian. Panen tomat ini adalah bukti nyata bahwa warga binaan mampu diarahkan menjadi lebih produktif. Hal ini sejalan Program Akselerasi dan kebijakan Ditjenpas dalam memperkuat program pembinaan berbasis pemberdayaan warga binaan, sehingga nantinya mereka memiliki keterampilan yang berguna setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkap Ricky.
Melalui kegiatan panen akhir pekan tersebut, Lapas Wahai menegaskan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian dan menjadikan warga binaan lebih produktif serta siap reintegrasi sosial dengan bekal keterampilan yang bermanfaat.(LM-05)
Discussion about this post