Berita Terkini Maluku
Saturday, April 25, 2026
  • Login
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata
No Result
View All Result
Berita Terkini Maluku
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Dihadang Massa, Polisi Hamburkan Tembakan Usai Sisir GB

Admin by Admin
May 24, 2021
in Uncategorized

Lensa Maluku,- Polisi menghamburkan tembakan ke udara saat dihadang massa di Desa Dava, Kec.Waelata, Kabupaten Buru, usai menyisir lokasi tambang ilegal di Gunung Botak, mengakibatkan 15 PETI yang sempat diamankan meloloskan diri.

Namun dalam insiden itu, dua oknum penambang yang dicurigai sebagai provokator berhasil diamankan di Mapolres Pulau Buru.
Dua oknum yang diamankan, yakni Mantan Kades Widit, Kaban Tihun alias Managula dan kerabatnya, Ibrahim Tihun.

RELATED POSTS

Logika, Bukti, dan Narasi: Menguji Klaim “APH Jadi Tameng PETI Gunung Botak”

Kejahatan Terstruktur: Baharudin Asal Huamual Belakang Terseret Kasus Penipuan dan Dokumen Palsu

Keduanya juga diketahui sebagai pelaku tambang di GB dan dalam insiden penghadangan di Desa Dava dicurigai yang memprovokasi massa menghambat perjalanan aparat keamanan kembali ke Namlea.

“Keduanya diamankan karena diduga sebagai provokator pengerah massa saat menghadang aparat kepolisian,” tegas Kasat Intel Polres Pulau Buru, Iptu Sirilus Atajalim, Senin (24/05/2021).

Iptu Sirilus Atajalim juga mengungkapkan ada satu oknum mengaku wartawan sempat ribut mulut dengan kasat Sabhara, Iptu JR Soplanit saat dilakukan penertiban di lokasi pagar senk GB.

Selanjutnya, wartawan media ini melaporkan, penertiban PETI di Gunung Botak dilaksanakan Polres Pulau Buru dipimpin Kasat Sabhara, lIptu JR. Kasat Sabhara ditemamini Kasat Intelkam, Iptu Sirilus Atajalim, Kasat Reskrim, Iptu Handy Dwi Ashari S.t.k. S.i.k, Kasat Pol Airud, Iptu jefelery Manuhua, Kasium Polres , Ipda Marsid, KBO, Ipda Adhitya Wiratama s.t.k didukung satuan berkekuatan 40 personil.

Penertiban dilakukan seban aktifitas PETI di GB tidak terkontrol dan berdampak pada pencemaran lingkungan dan rusaknya lingkungan.

Pencemaran terjadi karena para penambang ilegal masih menggunakan bahan kimia Merkuri sebagai media penagkap emas yang sangat berbahaya dalam jangka panjang bagi manusia dan mahluk hidup lainnya.

Sedangkan kerusakan timbul karena penambangan sudah kembali menggunakan metode tembak larut (dompeng) dan Metode Lubang dengan kedalaman kurang lebih 20 meter bahkan ada yang lebih dalam lagi, sehingga menimbulkan lobang – lobang besar yang seringkali longsor dan memakan korban jiwa.

Tim kepolisian pada 12:20 WIT tim tiba di Jalur D, Dusun Wamsait jalur dan langsung bergerak naik ke GB untuk melaksanaksn penertiban.

Di GB polisi menemukan ada 15 PETI yang sedang beraktifitas. Sedangkan yang lainnya sudah kabur sebelum polisi tiba.
Berada di GB selama beberapa jam, polisi lalu turun gunung dengan membawa 15 PETI yang tertangkap basah.

Namun saat rombongan penertiban GB dalam perjalanan balik ke Namlea pukul 17.00 wit, saat berada di Desa Dava rombongan telah dihadang massa . Mereka menutup jalan umum dengan kayu dan batu.

Massa dalam jumlah yang besar itu, memaksa polisi melepas 15 PETI yang tertangkap.
Dalam keributan itu terdengar teriakan dari kubu massa agar melepas PETI ini.

Ada yang bersuara agar lolisi juga harus tangkap pemilik dompeng dan lubang galian dan jangan hanya pekerjs saja yang tertangkap.

Gara-gara penghadangan itu, menyebabkan situasi sempat memanas di TKP. Masyarakat yang menghadang juga terus memprovokasi aparat kepolisian.

Situasi yang nyaris chaos ini dimanfaatkan 15 PETI melompat dari truk polisi dan kabur ke kebun warga .

Terdengar puluhsn kali polisi menghqmburkan tembakan peringatan ke udara, tapi 15 PETI ini terus kabur dan massa yang menghadang juga tidak bergeming dan terus bertahan menghadang aparat.

Setelah terhadang kurang lebih 45 menit di Desa Dava, rombongan akhirnya kembali ke Namlea usai mampu menenangkan keributan itu.(LM-04)

Admin

Admin

Related Posts

Logika, Bukti, dan Narasi: Menguji Klaim “APH Jadi Tameng PETI Gunung Botak”

Logika, Bukti, dan Narasi: Menguji Klaim “APH Jadi Tameng PETI Gunung Botak”

by Admin
April 25, 2026
0

Lensa Maluku, - Narasi yang menyebut aparat penegak hukum (APH) menjadi “tameng” bagi aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di...

Kejahatan Terstruktur: Baharudin Asal Huamual Belakang Terseret Kasus Penipuan dan Dokumen Palsu

Kejahatan Terstruktur: Baharudin Asal Huamual Belakang Terseret Kasus Penipuan dan Dokumen Palsu

by Admin
April 24, 2026
0

Lensa Maluku - Dugaan tindak pidana penipuan dan pemalsuan dokumen kembali mencuat di Kota Ambon. Seorang pria bernama Baharudin, yang...

Mahasiswa KKN Universitas Pattimura Dorong Kemajuan Pendidikan Lewat Pembelajaran Bahasa Inggris di Seram Bagian Barat

Mahasiswa KKN Universitas Pattimura Dorong Kemajuan Pendidikan Lewat Pembelajaran Bahasa Inggris di Seram Bagian Barat

by Admin
April 23, 2026
0

Lensa Maluku — Upaya mendorong kemajuan dunia pendidikan terus dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 52 dari Universitas...

Kepemimpinan Ikram Umasugi Dapat Apresiasi, Hadir Langsung Buka Ujian SD di Kabupaten Buru

Kepemimpinan Ikram Umasugi Dapat Apresiasi, Hadir Langsung Buka Ujian SD di Kabupaten Buru

by Admin
April 22, 2026
0

Lensa Maluku,- Kepemimpinan Bupati Buru, Ikram Umasugi, kembali menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan dunia pendidikan. Hal ini terlihat dari kehadirannya secara...

Tak Bermoral! Hasyim Rahayaan Dilaporkan ke Polisi, KOKAM Maluku Tegas: Ancaman terhadap Kader Tak Bisa Dibiarkan

Tak Bermoral! Hasyim Rahayaan Dilaporkan ke Polisi, KOKAM Maluku Tegas: Ancaman terhadap Kader Tak Bisa Dibiarkan

by Admin
April 21, 2026
0

Lensa Maluku – Dugaan tindakan tidak etis yang melibatkan anggota DPRD Maluku dari Partai Demokrat, Hasyim Rahayaan, menuai kecaman keras...

Next Post
Salampessy  Tegaskan SK Berkarya  Muchdi Pr Masih Sah Sejumlah Pihak Jangan Gagal Paham, Ini Pesannya

Salampessy Tegaskan SK Berkarya Muchdi Pr Masih Sah Sejumlah Pihak Jangan Gagal Paham, Ini Pesannya

SK Menkumham Dan Sipol Jadi Acuan, KPU Bursel Turunkan Bendera Berkarya HMP, Ini Pesannya

SK Menkumham Dan Sipol Jadi Acuan, KPU Bursel Turunkan Bendera Berkarya HMP, Ini Pesannya

Discussion about this post

RECOMMENDED

Logika, Bukti, dan Narasi: Menguji Klaim “APH Jadi Tameng PETI Gunung Botak”

Logika, Bukti, dan Narasi: Menguji Klaim “APH Jadi Tameng PETI Gunung Botak”

April 25, 2026
Kejahatan Terstruktur: Baharudin Asal Huamual Belakang Terseret Kasus Penipuan dan Dokumen Palsu

Kejahatan Terstruktur: Baharudin Asal Huamual Belakang Terseret Kasus Penipuan dan Dokumen Palsu

April 24, 2026

Berita Populer

  • BNRN Laksanakan Deklarasi Pembentukan Pengurus Program Makan Bergizi Di Namlea

    BNRN Laksanakan Deklarasi Pembentukan Pengurus Program Makan Bergizi Di Namlea

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD Golkar Bursel Mengecam Keras Tindakan Pemukulan oleh ZT Kepada Korbid Kepartain Golkar Bursel, Polres di Minta Percepat Proses Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Quick Count Pilkada Bursel Safitri – Hempri Unggul 36 Persen mengalahkan Dua Pesaingnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Temuan Belatung di MBG, Ketua BRNR Bursel Sudirman Buton Tegaskan Prosedur Keamanan dan Kebersihan MBG Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Tim Kampanye MANDAT Ketangkap Main Judi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Contact

© 2022 Lensamaluku.com

No Result
View All Result
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata

© 2022 Lensamaluku.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In