Lensa Maluku,– Suasana ruang sidang DPRD Kabupaten Buru Selatan pada Selasa (28/7) dipenuhi semangat diskusi dan adu gagasan saat para anggota dewan menggelar Rapat Pleno membahas hasil kerja komisi terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD Kabupaten Buru Selatan Tahun Anggaran 2025.
Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buru Selatan, Ahmadan Loilatu, SH, ini dihadiri oleh unsur pimpinan dan anggota DPRD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sejak awal hingga akhir persidangan, jalannya rapat berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan, kritik, hingga masukan yang disampaikan secara terbuka demi mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut, Juru Bicara Komisi III, Vence Titawael, SH, memaparkan hasil pembahasan Komisi III bersama mitra kerja. Ia menjelaskan bahwa berbagai rekomendasi yang disusun bukan sekadar catatan administratif, melainkan hasil pembahasan yang didasarkan pada fakta, data, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah selama Tahun Anggaran 2025.
Menurut Vence, seluruh rekomendasi yang disampaikan bertujuan memperkuat fungsi pengawasan DPRD sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif.
Memasuki sesi tanggapan, suasana rapat semakin hidup. Berbagai anggota dewan menyampaikan pandangan dari sudut pandang komisi masing-masing. Koordinator Komisi I, Herlin F. Seleky, memberikan perhatian khusus terhadap sektor pendidikan. Ia menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama dalam peningkatan mutu pelayanan dan tata kelola Dinas Pendidikan.
Sementara itu, Koordinator Komisi II, Ahmad Umasangaji, S.Pd, mengingatkan pentingnya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Menurutnya, setiap rekomendasi DPRD hendaknya dipandang sebagai masukan konstruktif untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pandangan kritis juga disampaikan Anggota Komisi I, Gani Rahwarin, yang menyoroti kinerja sejumlah perangkat daerah, mulai dari sektor kesehatan, pekerjaan umum, hingga OPD lainnya. Ia berharap koordinasi antarinstansi, pengawasan, serta pelaksanaan program dapat terus diperkuat agar pelayanan publik semakin optimal.
Hal senada disampaikan Ketua Komisi I, Yohan Lesnussa, yang menegaskan bahwa setiap rekomendasi yang lahir dari pembahasan komisi seharusnya tidak berhenti sebagai dokumen semata. Menurutnya, seluruh catatan DPRD harus menjadi bahan evaluasi nyata dalam memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Vence Titawael memberikan klarifikasi atas sejumlah poin yang menjadi perhatian peserta rapat. Ia menegaskan bahwa seluruh hasil pembahasan Komisi III telah disusun secara objektif berdasarkan hasil rapat bersama mitra kerja, data yang tersedia, serta mempertimbangkan seluruh dinamika yang berkembang selama proses pembahasan.
Menutup jalannya rapat, Wakil Ketua DPRD Ahmadan Loilatu, SH, mengapresiasi seluruh anggota dewan yang aktif memberikan pandangan dan masukan. Menurutnya, perbedaan pendapat yang muncul dalam forum merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat sekaligus menunjukkan keseriusan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.
Rapat pleno akhirnya menyepakati bahwa seluruh catatan, rekomendasi, dan hasil pembahasan komisi akan menjadi bagian penting dalam tahapan pembahasan selanjutnya sebagai bahan penyempurnaan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Buru Selatan Tahun Anggaran 2025.
Melalui forum ini, DPRD Kabupaten Buru Selatan kembali menunjukkan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan agar semakin transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Harapannya, setiap rupiah anggaran daerah benar-benar dapat diwujudkan menjadi program pembangunan dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Buru Selatan.(LM-03)









Discussion about this post