Lensa Maluku, – Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar anak, khususnya dalam membaca dan menulis. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong keterlibatan aktif orang tua, guru, dan fasilitator pendidikan dalam mendampingi proses belajar anak.
Di bawah koordinasi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan, Momin Tomanusa, pembelajaran baca tulis didorong agar semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, salah satunya melalui penggunaan bahasa yang familiar bagi mereka.
Modul pembelajaran yang disiapkan menggunakan bahasa Melayu Ambon sebagai bahasa yang banyak digunakan dalam komunikasi sehari-hari di Buru Selatan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu anak lebih mudah memahami materi pembelajaran karena menggunakan bahasa yang sudah mereka kenal.
Namun, pengembangan modul tidak berhenti pada satu bahasa. Materi pembelajaran juga dapat dikembangkan menggunakan bahasa ibu yang digunakan di lingkungan keluarga dan masyarakat, seperti bahasa Buru, bahasa Ambalau, maupun bahasa lokal lainnya yang ada di Buru Selatan.
Pendekatan berbasis bahasa ibu menjadi bagian dari upaya menghadirkan proses belajar yang lebih kontekstual dan sesuai dengan lingkungan anak. Orang tua dan guru diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta mendorong anak untuk terus berlatih membaca dan menulis.
Dinas Pendidikan Buru Selatan mengajak seluruh orang tua, guru, dan fasilitator pendidikan untuk bersama-sama membersamai anak-anak belajar, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Modul pembelajaran tersebut juga telah disediakan secara daring sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan tenaga pendidik sebagai bahan pendamping pembelajaran.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Buru Selatan untuk memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini sekaligus memastikan anak-anak di berbagai wilayah Buru Selatan memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan mereka.
Plt. Kadis Pendidikan Bursel Momin Tomanusa menegaskan pentingnya semangat kolaborasi dalam membangun pendidikan daerah.
Pendidikan, menurut semangat yang terus didorong Dinas Pendidikan Bursel, bukan hanya tanggung jawab sekolah dan pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara **orang tua, guru, masyarakat, tokoh adat, dan seluruh elemen daerah.
Dengan kolaborasi tersebut, pendidikan di Buru Selatan diharapkan semakin kuat, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan anak-anak di wilayah kepulauan Maluku.
Dari bahasa ibu, anak belajar mengenal kata. Dari membaca dan menulis, mereka membuka jalan menuju masa depan.(LM-03)











Discussion about this post