Berita Terkini Maluku
Thursday, January 15, 2026
  • Login
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata
No Result
View All Result
Berita Terkini Maluku
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Gubernur Maluku Suarakan Keadilan Ekonomi di Forum REL 2025

Admin by Admin
September 15, 2025
in Uncategorized
Gubernur Maluku Suarakan Keadilan Ekonomi di Forum REL 2025

JAKARTA – Suasana serius menyelimuti ruang pertemuan Bank Indonesia, Jakarta Pusat, saat Forum Economic Leadership for Regional Government Leaders (REL) Angkatan IX Tahun 2025 digelar, Senin (15/9/2025).

Sebelas Gubernur dari berbagai daerah hadir, termasuk Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Dengan tema besar “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui Penguatan Sinergi Pusat dan Daerah dalam Mendukung Program Asta Cita”, forum ini menjadi wadah untuk membicarakan arah masa depan ekonomi bangsa.

RELATED POSTS

Peletakan Batu Pertama Masjid Awaludin di Desa Ilath Perkuat Kebersamaan Warga

Direktur Utama LKI Maluku Usman Warang: TPP Guru Jangan Dipolitisir, Gubernur Fokus Bangun Daerah

Bagi Gubernur Lewerissa, forum ini bukan sekadar ajang tukar pikiran, melainkan kesempatan emas untuk menyuarakan realitas getir dari wilayah kepulauan di Maluku.

“Saya bersyukur sekali berada dalam forum terhormat ini. Banyak insight yang bermanfaat bagi kami pemerintah daerah,” ucapnya membuka, sebelum menegaskan kondisi nyata Maluku.

Dengan suara tenang tapi penuh penekanan, ia menggambarkan posisi Maluku, provinsi dengan 92,6 persen wilayah laut dan hanya 7,4 persen daratan. Potensi perikanan begitu besar, namun kemampuan fiskal daerah justru sangat rendah.

“Maluku adalah provinsi dengan kapasitas fiskal rendah. Kami sangat tergantung pada dana transfer pusat. Kalau ada kebijakan pusat terkait TKD, daerah seperti kami bisa meriang, demam, bahkan stroke,” katanya, mengundang keheningan penuh arti di ruang pertemuan.

Lewerissa menegaskan, satu-satunya jalan bagi daerah berfiskal lemah adalah menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong investasi. Namun, jalan itu tak pernah mudah, sebab kebijakan pusat justru sering menarik kewenangan daerah.

Ia mencontohkan sektor perikanan. Pemerintah provinsi hanya diberi kewenangan mengeluarkan izin untuk kapal maksimal 30 GT, selebihnya diambil alih kementerian.

“Pendapatan negara bukan pajak dari perikanan semuanya ditarik ke pusat. Jadi bagaimana kami bisa menggenjot PAD? Tangan kami diikat,” ujar Lewerissa.

Sektor pertambangan pun tak kalah pelik. Hampir semua kewenangan ditarik ke pusat, kecuali izin pertambangan rakyat. Akibatnya, ruang fiskal Maluku makin sempit.

“Kami berkomitmen memajukan ekonomi lewat investasi dan menggerakkan BUMD. Tapi kalau kewenangan terus dicabut, bagaimana kami bisa bergerak?” tegasnya.

Ironi terbesar pun ia ungkapkan, Maluku menyumbang 30 persen potensi perikanan nasional dari tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Namun, masyarakat Maluku tak merasakan dampak nyata karena adanya aturan transhipment, alih muat ikan di laut, yang membuat hasil tangkapan tak pernah singgah ke daratan.

“Pertumbuhan ekonomi eksklusif seperti ini tak memberi manfaat bagi pemilik sumber daya. Yang kami butuhkan adalah pertumbuhan inklusif, yang langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya penuh penekanan.

Di forum itu, Gubernur Maluku tak hanya mengeluh, tapi juga mengetuk nurani pusat. Ia meminta agar pemerintah mengevaluasi kebijakan yang tidak pro-daerah.

“Mungkin di forum terhormat ini, saya mau mengetuk nurani pemerintah pusat. Kebijakan yang tidak pro-daerah harus ditinjau ulang bahkan direvisi. Karena tangan kami ingin membangun ekonomi, tapi tangan lain justru mengamputasi dengan kebijakan. Itu harapan yang tidak realistis,” pungkasnya.

Suara dari Gubernur ini menjadi peringatan keras. Bahwa di balik jargon pertumbuhan ekonomi nasional, masih ada paradoks yang nyata, provinsi kaya sumber daya, tapi miskin kewenangan.

Ia kemudian mengetuk nurani pemerintah pusat agar melakukan evaluasi dan revisi kebijakan yang dinilai “kurang pro-daerah”. Harapannya jelas, memberi ruang lebih besar bagi daerah untuk mengelola potensi dan mengangkat ekonomi masyarakat.(LM-05)

Admin

Admin

Related Posts

Peletakan Batu Pertama Masjid Awaludin di Desa Ilath Perkuat Kebersamaan Warga

Peletakan Batu Pertama Masjid Awaludin di Desa Ilath Perkuat Kebersamaan Warga

by Admin
January 15, 2026
0

Lensa Maluku,— Masyarakat Waiula Rumah Tiga, Desa Ilath, Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, Maluku, menggelar doa bersama dan peletakan batu pertama...

Direktur Utama LKI Maluku Usman Warang: TPP Guru Jangan Dipolitisir, Gubernur Fokus Bangun Daerah

Direktur Utama LKI Maluku Usman Warang: TPP Guru Jangan Dipolitisir, Gubernur Fokus Bangun Daerah

by Admin
January 15, 2026
0

Lensa Maluku - Direktur Utama Lembaga Kajian Independen (LKI) Maluku, Usman Warang, meminta seluruh pihak untuk tidak mempolitisasi persoalan Tambahan...

TPP Guru SMA/SMK Maluku Tahun 2024 Sudah Ditandatangani, Sisa 97 Sekolah Jadi Penerima

TPP Guru SMA/SMK Maluku Tahun 2024 Sudah Ditandatangani, Sisa 97 Sekolah Jadi Penerima

by Admin
January 14, 2026
0

Lensa Maluku, - Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk guru SMA dan SMK di Provinsi Maluku Tahun...

by Admin
January 12, 2026
0

Ass Abg Bupati sesuai informasi terkini dari kk laki2 ustad Alwan Tuanaya di Desa Waehaka saat ini dalam kondisi baik2...

Panen Kangkung dan Tomat, Lapas Wahai Buktikan Kemandirian Pangan di Lahan Terbatas

Panen Kangkung dan Tomat, Lapas Wahai Buktikan Kemandirian Pangan di Lahan Terbatas

by Admin
January 8, 2026
0

Lensa Maluku, – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali tunjukkan hasil nyata. Meskipun menghadapi keterbatasan...

Next Post
Pastikan Layanan Perawatan Kesehatan Terpenuhi, Lapas Namlea Bagikan Perlengkapan Mandi Bagi WBP

Pastikan Layanan Perawatan Kesehatan Terpenuhi, Lapas Namlea Bagikan Perlengkapan Mandi Bagi WBP

Kapolsek Namlea Masuk Sekolah Tabaos Kamtibmas

Kapolsek Namlea Masuk Sekolah Tabaos Kamtibmas

Discussion about this post

RECOMMENDED

Peletakan Batu Pertama Masjid Awaludin di Desa Ilath Perkuat Kebersamaan Warga

Peletakan Batu Pertama Masjid Awaludin di Desa Ilath Perkuat Kebersamaan Warga

January 15, 2026
Direktur Utama LKI Maluku Usman Warang: TPP Guru Jangan Dipolitisir, Gubernur Fokus Bangun Daerah

Direktur Utama LKI Maluku Usman Warang: TPP Guru Jangan Dipolitisir, Gubernur Fokus Bangun Daerah

January 15, 2026

Berita Populer

  • BNRN Laksanakan Deklarasi Pembentukan Pengurus Program Makan Bergizi Di Namlea

    BNRN Laksanakan Deklarasi Pembentukan Pengurus Program Makan Bergizi Di Namlea

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD Golkar Bursel Mengecam Keras Tindakan Pemukulan oleh ZT Kepada Korbid Kepartain Golkar Bursel, Polres di Minta Percepat Proses Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Quick Count Pilkada Bursel Safitri – Hempri Unggul 36 Persen mengalahkan Dua Pesaingnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Temuan Belatung di MBG, Ketua BRNR Bursel Sudirman Buton Tegaskan Prosedur Keamanan dan Kebersihan MBG Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Tim Kampanye MANDAT Ketangkap Main Judi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Contact

© 2022 Lensamaluku.com

No Result
View All Result
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata

© 2022 Lensamaluku.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In