Lensa Maluku, – Di balik setiap perjalanan laut masyarakat Buru Selatan, ada harapan untuk tiba dengan selamat di tujuan. Kesadaran akan pentingnya keselamatan inilah yang mendorong Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan untuk terus menghadirkan langkah nyata bagi masyarakat pengguna transportasi laut.
Dalam momentum Hari Ulang Tahun Kabupaten Buru Selatan ke-18, Kepala Dinas Perhubungan Buru Selatan, Ridwan Nyio, bersama jajaran menyerahkan bantuan 100 unit life jacket kepada 10 speedboat sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan operator dan penumpang yang setiap hari beraktivitas di wilayah perairan Buru Selatan. Selasa 21/7/2026.
10 speedboat reguler tersebut melayani penyeberangan di pesisir Buru Selatan (seperti rute Namrole, Leksula, Ambalau dan sekitarnya.
Bagi masyarakat pesisir, transportasi laut bukan hanya sekadar sarana perjalanan. Laut menjadi penghubung keluarga, tempat mencari nafkah, jalur pelayanan masyarakat, hingga akses menuju berbagai kebutuhan penting. Karena itu, memastikan perjalanan laut berlangsung aman menjadi bagian penting dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Program pembagian life jacket yang dilakukan secara rutin setiap tahun ini menjadi langkah antisipasi menghadapi musim angin timur, ketika kondisi cuaca dan gelombang di perairan Buru Selatan dapat berubah dengan cepat. Perlengkapan keselamatan tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan tambahan bagi para penumpang maupun pengemudi speedboat saat berada di laut.
Ridwan Nyio bersama jajaran Dinas Perhubungan menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah hadir tidak hanya melalui aturan dan pengawasan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
“Setiap nyawa sangat berharga. Upaya pencegahan dan kesiapan keselamatan harus menjadi kebiasaan dalam setiap perjalanan laut,” menjadi semangat yang terus dikedepankan dalam program ini.
Melalui pembagian life jacket tersebut, Dinas Perhubungan Buru Selatan berharap para operator transportasi laut semakin memperhatikan standar keselamatan, sementara masyarakat pengguna jasa transportasi laut semakin merasa nyaman dan terlindungi.
Di usia ke-18 Kabupaten Buru Selatan, langkah sederhana namun bermakna ini menjadi gambaran bahwa pembangunan juga berarti menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
Karena kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa besar pemerintah mampu menjaga dan melayani keselamatan warganya.(LM-03)











Discussion about this post