Lensa Maluku, — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Brigjen Pol. Prasetyo Rachmat Purboyo, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi ancaman narkotika di Indonesia.
Dalam sambutannya, Prasetyo menyampaikan bahwa HANI tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan semata, melainkan sebagai pengingat bahwa perang melawan narkotika merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
“Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan semata. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa perang melawan narkotika adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa cita-cita besar mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya dapat tercapai apabila generasi penerus bangsa mampu tumbuh dan berkembang tanpa terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
“Saya meyakini bahwa Indonesia Emas Tahun 2045 hanya dapat diwujudkan apabila generasi emas kita terbebas dari narkotika. Karena sesungguhnya, ketika kita menyelamatkan satu generasi dari narkotika, kita sedang menyelamatkan masa depan Indonesia,” ujar Prasetyo.
Menurutnya, upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, serta masyarakat. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Melalui momentum HANI 2026, BNN Provinsi Maluku mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan mengambil peran aktif dalam gerakan melawan narkotika demi melindungi generasi bangsa.
Dengan semangat “War On Drugs for Humanity”, BNN terus mendorong terwujudnya Indonesia yang bersih dari narkotika serta mendukung terwujudnya generasi emas menuju Indonesia Maju 2045.
#HANI2026
#MalukuBersinar
#WarOnDrugsForHumanity.









Discussion about this post