Lensa Maluku – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPD IKAPPI) Kota Ambon, Azhar Ohorella mendesak Walikota Ambon Bodewin Wattimena untuk segera merealisasikan komitmen penertiban lapak-lapak liar yang berdiri di bahu jalan kawasan Pasar Batumerah.
Desakan tersebut disampaikan menyusul semakin parahnya kemacetan lalu lintas yang setiap hari terjadi di kawasan pusat perdagangan terbesar di Kota Ambon itu.
IKAPPI menilai Pemerintah Kota Ambon tidak boleh setengah hati dalam menjalankan kebijakan penataan pasar.
Apalagi, penertiban lapak yang menggunakan badan dan bahu jalan telah berulang kali disampaikan sebagai bagian dari upaya menciptakan ketertiban, kenyamanan, serta kelancaran arus transportasi di kawasan Pasar Batumerah.
Kepada media ini, Ketua DPD IKAPPI Kota Ambon menegaskan bahwa masyarakat dan para pedagang telah mendengar langsung komitmen pemerintah untuk menata kawasan pasar. Karena itu, pemerintah harus menunjukkan keberanian dan konsistensi dalam menjalankan kebijakan yang telah diumumkan kepada publik.
“Jika pemerintah sudah menyampaikan komitmen untuk menata Pasar Batumerah dan membongkar lapak yang menggunakan bahu jalan, maka janji itu harus diwujudkan. Jangan sampai masyarakat menilai pemerintah hanya sekadar menyampaikan wacana tanpa tindakan nyata,” tegas Ohorella, Minggu, 21/06/2026.
Menurutnya, keberadaan lapak yang memakan badan jalan telah menjadi salah satu penyebab utama kemacetan kronis di kawasan Batumerah.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap kelancaran distribusi barang, kenyamanan konsumen, hingga keselamatan pengguna jalan.
Setiap hari, terutama pada jam-jam sibuk, kendaraan dari berbagai arah harus bergerak perlahan akibat menyempitnya ruas jalan yang digunakan pedagang untuk berjualan.
Bahkan tidak jarang kendaraan angkutan umum, kendaraan pribadi, maupun kendaraan pengangkut barang terjebak antrean panjang yang mengular hingga beberapa ratus meter.
Lebih lanjut, IKAPPI menilai persoalan tersebut tidak bisa terus dibiarkan. Pemerintah Kota Ambon harus mengambil langkah tegas tanpa pandang bulu terhadap seluruh lapak yang terbukti melanggar aturan dan berdiri di area yang bukan diperuntukkan sebagai tempat berjualan.
“Penataan pasar tidak boleh dilakukan secara pilih kasih. Semua lapak yang melanggar harus ditertibkan. Jika hanya sebagian yang dibongkar sementara yang lain dibiarkan, maka tujuan penataan tidak akan pernah tercapai,” ujarnya.
Selain menimbulkan kemacetan, penggunaan bahu jalan sebagai tempat berjualan juga dinilai mengurangi fungsi jalan sebagai fasilitas publik.
Jalan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan lalu lintas justru beralih fungsi menjadi area perdagangan, sehingga menimbulkan berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
IKAPPI juga mengingatkan bahwa keberhasilan penataan Pasar Batumerah akan menjadi indikator keseriusan Pemerintah Kota Ambon dalam menegakkan aturan.
Sebab selama ini berbagai keluhan masyarakat terkait kemacetan dan semrawutnya kawasan pasar terus bermunculan, namun belum terlihat penyelesaian yang benar-benar menyentuh akar persoalan.
Karena itu, pihaknya meminta Walikota Ambon untuk tidak ragu mengambil langkah tegas meskipun kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan pro dan kontra di lapangan.
Menurut IKAPPI, kepentingan publik harus menjadi prioritas utama dibanding kepentingan kelompok tertentu yang selama ini memanfaatkan ruang publik secara tidak semestinya.
“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah tindakan nyata. Pemerintah harus hadir dan menunjukkan bahwa aturan berlaku untuk semua,” ujarnya
Jika memang ada janji untuk menata Pasar Batumerah dan membongkar lapak di bahu jalan, maka sekarang adalah waktunya untuk membuktikan komitmen tersebut,” tandas ketua.
IKAPPI berharap penertiban dapat dilakukan secara menyeluruh, terukur, dan berkelanjutan agar kawasan Pasar Batumerah dapat kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang tertib, aman, nyaman, serta bebas dari kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat Kota Ambon, (LM-10).









Discussion about this post