Berita Terkini Maluku
Wednesday, April 22, 2026
  • Login
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata
No Result
View All Result
Berita Terkini Maluku
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Kouta 440 Tidak Sesuai Harapan, DPRD Buru Minta Kuota CPNS – PPPK Kabupaten Buru 2024 Ditambah

Admin by Admin
June 13, 2024
in Uncategorized
Kouta 440 Tidak Sesuai Harapan, DPRD Buru Minta Kuota CPNS – PPPK Kabupaten Buru 2024 Ditambah

Lensa Maluku,- DPRD Buru meminta BKSDM dan Pj Bupati Buru dapat mengusulkan tambahan kuota CPNS – PPPK tahun 2024 yang hanya 440 orang , naik menjadi 1000 sampai 1.500 orang.

Selain tambahan kuota, DPRD juga minta agar seleksi CPNS – PPPK harus diproteksi dengan memprioritaskan kepada para pelamar yang berdomisili di Kabupaten Buru.

RELATED POSTS

Tak Bermoral! Hasyim Rahayaan Dilaporkan ke Polisi, KOKAM Maluku Tegas: Ancaman terhadap Kader Tak Bisa Dibiarkan

Gelombang Kecaman Menguat! Pemuda Muhammadiyah Maluku dan Publik Soroti Sikap Amoral Hasyim Rahayaan dari Partai Demokrat

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Buru, Irfan Papalia usai memimpin rapat terbuka bersama Asisten I, Nawawi Tinggapy dan sejumlah pejabat dari Kantor Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM), di Namlea, Kamis sore (13/6/2024).

Dalam keterangan persnya, Irfan Papalia menjelaskan, kalau dalam rapat dengar pendapat, Komisi I telah mendapatkan informasi dari Asisten I dan BKSDM bahwa akan ada seleksi tes CPNS dan PPPK untuk mengisi kuota sebanyak 440 orang.

Formasi 440 orang itu terdiri dari CPNS 200 orang dan PPPK 240 orang .
“Tentunya bagi kami selaku jubir rakyat, kalau kuota yang ada, sebaiknya bisa melebihi dari angka 440 orang. Bahkan kami menginginkan agar di angka 1.000 sampai 1.500,”tegas Irfan Papalia.

Irfan lalu mencontohkan kuota yang diperoleh Kabupaten Buru Selatan di tahun 2024 ini yang telah direstui pemerintah pusat sebesar 1.500 CPNS dan PPPK.
Dengan contoh di atas, dia kembali tegaskan agar BKSDM Kabupaten Buru bertanggungjawab menghitung lagi kebutuhan riel kuota CPNS-PPPK.

Baru kemudian melakukan usulan yang lebih detail guna memenuhi kuota kebutuhan di daerah kepada Kantor Kemenpan RI di Jakarta.

Kata Irfan Papalia, DPRD tetap berkeinginan agar usulan kuota CPNS dan PPPK Buru harus sebanyak-banyaknya.”Kalau kita usul banyak, bila mereka kurangi 200, maka masih tetap banyak.Tapi kalau hanya usul 500, mereka potong 300, berarti tinggal 200.

Karena itu usul saja sebanyak mungkin sesuai tuntutan dan keinginan masyarakat. Buru Selatan saja bisa dapat kuota sampai 1500 orang,”tandas Irfan Papalia.

Lebih lanjut dijelaskan, kalau Komisi I dan seluruh anggota DPRD Buru juga berkeinginan agar dalam seleksi bulan Juli nanti, Pemkab Buru, dan lebih khusus lagi Kantor BKSDM, wajib memprioritaskan anak-anak daerah setempat.

Alasannya, menilik kepada pengalaman pengangkatan CPNS yang lalu-lalu, para pelamar dari luar hanya datang ke Buru untuk bisa menjadi PNS. Tapi mereka tidak mau lama mengabdi di Buru.

“Baru tiga tahun mengabdi di sini, mereka sudah meninggalkan Kabupaten Buru dan yang rugi daerah ini juga putra/i kita kehilangan kesempatan ,”tukas Irfan Papalia.

Sementara itu, dalam rapat dengan pendapat sebelumnya, salah satu wakil rakyat, Rustam Mahulete sempat bereaksi keras dengan usulan dari BKSDM Kabupaten Buru yang hanya meminta jatah kuota CPNS 200 orang dan PPPK 240 orang.

Mahulete menegaskan, kalau Kouta yang diusulkan BKSDM dan Pj Bupati ke pempus tidak masuk akal karena menunggu sampai empat tahun baru lagi ada jatah pengangkatan CPNS.

“Ketika kran ini dibuka, kita hanya mengusulkan setengah-setengah. Mudah-mudahan tahun 2025 nanti kran penerimaan CPNS tetap dibuka dan kalau moratorium maka kita harus menunggu berapa tahun lagi. Lalu bagaimana dengan sumber daya kita. Jangan begini pikirannya, kacau ini,”semprot Mahulete.

Menurut Mahulete empat tahun angkatan kerja di daerah itu menunggu, jadi seharusnya dimaksimalkan. PPPK saja orang bersyukur, apalagi ini CPNS, sehingga formasi CPNS yang diusulkan harus sesuai dengan kebutuhan pelamar.

Jangan sampai yang diusulkan, formasinya tidak sesuai dengan kondisi kebutuhan anak-anak di daerah itu, sehingga kemudian tidak ada yang melamar.

Senada dengan Ketua Komisi I, Mahulete juga meminta agar usulan kuota CPNS dan PPPK harus ditambah serta diusulkan sebanyak-banyaknya.

Karena itu, ia meminta Asisten I Dan BKSDM harus melakukan langkah taktis untuk mengusulkan kembali CPNS – PPPK yang kuotanya ditambah.

Sebelum itu, Mahulete juga sempat bereaksi keras dengan hanya diusulkannya jatah kuota CPNS – PPPK yang sangat sedikit bila dibandingkan dengan kabupaten/kota di daerah lain yang berlomba-lomba mendapat jatah kuota yang besar.

Mahulete mengatakan tidak dapat menerima bila pemda beralasan ada kebijakan fiskal dengan berlindung dibalik tameng belanja pegawai yang sudah mencapai puncak 30 persen dari postur APBD.

Dalil ini yang mengemuka disampaikan pihak eksekutif di hadapan Komisi I, yang menyebabkan usulan kuota CPNS-PPPK cukup kecil.

Setelah mengurai panjang lebar, Mahulete sempat mengeluarkan kalimat agar Kepala BKSDM sebaiknya mundur saja dari jabatannya bila tidak mampu.

Dalam rapat itu Kepala BKSDM, Efendi Rada tidak hadir dan hanya diwakili oleh Sekertaris dan beberapa kepala bidang.

Sedangkan Asisten I, Nawawi Tinggapy dalam penjelasan di penghujung rapat itu mengatakan, akan tetap menindaklanjuti buah pikir Komisi I.

Paling tidak di penerimaan tahun depan harus disesuaikan dengan spek kebutuhan para pelamar yang akan nanti mengikuti seleksi.

Dalam rapat itu, Sangadji dari BKSDM menjelaskan, formasi CPNS 200 orang untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis. Tidak ada formasi CPNS untuk guru dan tenaga kesehatan.

Sedangkan jatah PPPK 240 orang meliputi tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis.(LM-04)

Admin

Admin

Related Posts

Tak Bermoral! Hasyim Rahayaan Dilaporkan ke Polisi, KOKAM Maluku Tegas: Ancaman terhadap Kader Tak Bisa Dibiarkan

Tak Bermoral! Hasyim Rahayaan Dilaporkan ke Polisi, KOKAM Maluku Tegas: Ancaman terhadap Kader Tak Bisa Dibiarkan

by Admin
April 21, 2026
0

Lensa Maluku – Dugaan tindakan tidak etis yang melibatkan anggota DPRD Maluku dari Partai Demokrat, Hasyim Rahayaan, menuai kecaman keras...

Gelombang Kecaman Menguat! Pemuda Muhammadiyah Maluku dan Publik Soroti Sikap Amoral Hasyim Rahayaan dari Partai Demokrat

Gelombang Kecaman Menguat! Pemuda Muhammadiyah Maluku dan Publik Soroti Sikap Amoral Hasyim Rahayaan dari Partai Demokrat

by Admin
April 20, 2026
0

Lensa Maluku – Gelombang kecaman terhadap anggota DPRD Provinsi Maluku, Hasyim Rahayaan, terus meluas setelah terungkap kronologi dugaan insiden yang...

Langkah Strategis Bursel, Wa Uma Hamid Pimpin Tim Posyandu Hadiri Rakor Provinsi Maluku 2026

Langkah Strategis Bursel, Wa Uma Hamid Pimpin Tim Posyandu Hadiri Rakor Provinsi Maluku 2026

by Admin
April 19, 2026
0

Lensa Maluku – Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat melalui partisipasi aktif pada...

Oknum Anggota DPRD Buru Dapil II Ikut Terseret Dalam Dugaan Jaringan Mafia Pembelian Emas Ilegal

Oknum Anggota DPRD Buru Dapil II Ikut Terseret Dalam Dugaan Jaringan Mafia Pembelian Emas Ilegal

by Admin
April 19, 2026
0

Lensa Maluku,- Nama seorang anggota DPRD Kabupaten Buru kembali menjadi sorotan publik setelah disebut-sebut dalam berbagai dugaan terkait aktivitas pertambangan...

Islah Musda Golkar Buru, Boy Sangadji Dinilai Sukses Bangun Konsensus Lewat Komunikasi Politik

Islah Musda Golkar Buru, Boy Sangadji Dinilai Sukses Bangun Konsensus Lewat Komunikasi Politik

by Admin
April 19, 2026
0

Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Buru yang sebelumnya diwarnai dinamika dan perbedaan pandangan akhirnya mencapai titik temu melalui mekanisme...

Next Post
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H Bupati Safitri Serahkan Hewan Qur’ban

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H Bupati Safitri Serahkan Hewan Qur'ban

Discussion about this post

RECOMMENDED

Tak Bermoral! Hasyim Rahayaan Dilaporkan ke Polisi, KOKAM Maluku Tegas: Ancaman terhadap Kader Tak Bisa Dibiarkan

Tak Bermoral! Hasyim Rahayaan Dilaporkan ke Polisi, KOKAM Maluku Tegas: Ancaman terhadap Kader Tak Bisa Dibiarkan

April 21, 2026
Gelombang Kecaman Menguat! Pemuda Muhammadiyah Maluku dan Publik Soroti Sikap Amoral Hasyim Rahayaan dari Partai Demokrat

Gelombang Kecaman Menguat! Pemuda Muhammadiyah Maluku dan Publik Soroti Sikap Amoral Hasyim Rahayaan dari Partai Demokrat

April 20, 2026

Berita Populer

  • BNRN Laksanakan Deklarasi Pembentukan Pengurus Program Makan Bergizi Di Namlea

    BNRN Laksanakan Deklarasi Pembentukan Pengurus Program Makan Bergizi Di Namlea

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD Golkar Bursel Mengecam Keras Tindakan Pemukulan oleh ZT Kepada Korbid Kepartain Golkar Bursel, Polres di Minta Percepat Proses Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Quick Count Pilkada Bursel Safitri – Hempri Unggul 36 Persen mengalahkan Dua Pesaingnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Temuan Belatung di MBG, Ketua BRNR Bursel Sudirman Buton Tegaskan Prosedur Keamanan dan Kebersihan MBG Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Tim Kampanye MANDAT Ketangkap Main Judi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Contact

© 2022 Lensamaluku.com

No Result
View All Result
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata

© 2022 Lensamaluku.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In