Lensa Maluku, — Gelaran Perkemahan Pendidikan dan Penguatan Karakter (Perdik Tankar) 2026 tak hanya menjadi ruang pembentukan karakter bagi 13.001 anggota Pramuka, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Buru Selatan, Maluku.
Perdik Tankar 2026 resmi dibuka Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson E. Selsily, di Alun-Alun Kota Namrole, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang digelar Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buru Selatan itu berlangsung hingga 15 Agustus 2026.
Ribuan peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK yang datang dari berbagai wilayah Buru Selatan membuat aktivitas di sekitar pusat Kota Namrole meningkat. Kondisi tersebut turut dirasakan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi perkemahan.
Warung warga, pedagang makanan, jajanan, dan minuman mendapat tambahan pembeli seiring meningkatnya aktivitas peserta dan masyarakat di kawasan tersebut.
Dimas, salah seorang pedagang cilok, mengaku kehadiran Perdik Tankar memberikan dampak positif bagi usahanya.
“Selain Kota Namrole terlihat ramai, kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan UMKM lokal,” ujar Dimas.
Menurutnya, kegiatan dengan jumlah peserta yang besar memberikan peluang bagi pedagang kecil untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar karena manfaatnya tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari usaha harian.
Hal serupa disampaikan Imam Siswanto, pedagang pentolan. Ia mengaku jumlah pembeli meningkat sejak kegiatan perkemahan dimulai.
Imam berharap geliat ekonomi seperti ini dapat kembali hadir melalui berbagai kegiatan di Namrole. Baginya, semakin banyak kegiatan yang mendatangkan masyarakat, semakin besar pula peluang UMKM lokal untuk mengembangkan usaha.
Pedagang lainnya, Mina, juga merasakan berkah dari ramainya kawasan perkemahan. Ia menjual pisang bakar, jagung rebus, serta aneka minuman dingin kepada peserta dan pengunjung.
Bagi Mina dan pedagang kecil lainnya, kehadiran ribuan peserta menjadi peluang untuk memperluas pasar sekaligus menambah pendapatan keluarga.
Peristiwa ini memperlihatkan keterkaitan antara kegiatan pendidikan, kepemudaan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Ketika sebuah kegiatan menghadirkan banyak peserta dan pengunjung, muncul pula permintaan terhadap makanan, minuman, serta berbagai kebutuhan harian.
Bagi UMKM lokal, kondisi tersebut menjadi peluang untuk menggerakkan aktivitas usaha sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.
Perdik Tankar 2026 dengan demikian tidak hanya meninggalkan pengalaman pendidikan dan pembentukan karakter bagi ribuan peserta. Kehadirannya juga membawa efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh pedagang kecil di sekitar lokasi kegiatan.
Selama perkemahan berlangsung hingga 15 Agustus, pelaku UMKM di Namrole berharap momentum tersebut dapat terus memberikan ruang bagi usaha masyarakat untuk tumbuh.(LM-03)








Discussion about this post