Lensa Maluku, – Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang diusung Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buru dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea mulai dijalankan dengan mendatangkan penyuluh agama Kristen dan memberikan bimbingan rohani kepada warga binaan di Gereja Getsemani, Kamis (28/8).
Sebagaimana yang tertuang dalam PKS yang ditandatangani secara sah oleh Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy dan Kepala Kemenag Buru, La Fata pada Rabu lalu, Kemenag Buru menghadirkan penyuluh agama setiap minggu pada sesi pembinaan kepribadian.
“Sesuai dengan PKS yang telah disepakati, dalam isinya Kemenag akan menyediakan penyuluh setiap minggunya disaat kegiatan pembinaan kepribadian dilaksanakan, tepatnya pada Kamis dan Jumat. Dan hari ini adalah hari pertama implementasi kerja sama kami pada sesi bimbingan rohani untuk warga binaan Kristen,” ujar Marasabessy.
Ia menambahkan PKS yang akan berlaku selama 3 tahun itu akan menitikberatkan pada peningkatan kualitas keimanan serta mengembangkan nilai-nilai moral dan spiritual warga binaan.
“Sesuai dengan tujuan pemasyarakatan dalam undang-undangnya, bahwa pembinaan dilakukan agar warga binaan menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian sehingga ketika bebas mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang bermanfaat. Hal ini inilah yang menjadi target kami dan Kemenag agar mereka lebih fokus mendekatkan diri dengan Tuhan sehingga kesalahan yang mereka perbuat tidak lagi dilakukan di kemudian hari,” jelasnya.
Dijelaskan olehnya, pembinaan kerohanian merupakan program inklusif bagi seluruh warga binaan dari berbagai latar belakang keyakinan, termasuk 2 warga binaan beragama Hindu yang saat ini menjalani pidana di Lapas Namlea.
“Ada 2 orang dan kita sudah panggilkan langsung pada saat penandatanganan PKS kemarin. Karena tenaganya lengkap, rencananya Kemenag Buru juga akan mendatangkan penyuluh Agama Hindu agar mereka juga mendapatkan bimbingan sama seperti warga binaan yang lain,” ujarnya.
Penyuluh Agama Kristen Kemenag Buru, Cecilia Komul mengatakan pada sesi bimbingan rohani kali ini, warga binaan diajarkan pendalaman Alkitab dan nyanyian-nyanyian rohani.
“Kami memberikan pencerahan tentang pentingnya menggali firman Tuhan dan menghidupinya dalam keseharian. Dengan begitu, warga binaan semakin mantap memperdalam ajaran Kristen dan bertumbuh sebagai pribadi yang religius,” ujar Cecilia.(LM-05)
Discussion about this post